WartaJatim.CO.ID - Di tengah hujan deras yang mengguyur Jakarta pada 20 Maret 2025, ribuan suara bersatu dalam satu tujuan: menolak RUU TNI yang dianggap sebagai ancaman bagi demokrasi dan kebebasan sipil.
Aksi massa ini bukan sekadar unjuk rasa biasa; ini adalah panggilan hati dari masyarakat yang merasa terpinggirkan dan khawatir akan masa depan negara.
Dengan spanduk dan teriakan penuh semangat, para demonstran menuntut agar suara mereka didengar oleh para pembuat kebijakan, menegaskan bahwa hak untuk bersuara adalah bagian tak terpisahkan dari demokrasi.
Baca Juga: Chaos di Jakarta: Aksi Massa Menolak RUU TNI Berujung Luka dan Ketidakpastian
Dalam suasana yang penuh rasa dan harapan, para peserta aksi menyuarakan tujuh tuntutan utama yang mencerminkan kekhawatiran mendalam mereka terhadap pengaruh militer dalam politik. Aspirasi rakyat terebut untuk menjaga nilai-nilai demokrasi yang telah diperjuangkan dengan susah payah.
Aksi ini bukan hanya sekadar protes, tetapi juga merupakan panggilan untuk menjaga nilai-nilai demokrasi yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun.
Latar Belakang Aksi
Aksi demonstrasi ini dipicu oleh pengesahan RUU TNI yang dianggap akan memperluas peran TNI dalam kehidupan sipil.
Banyak elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, buruh, dan aktivis, merasa bahwa langkah ini merupakan kemunduran bagi demokrasi Indonesia, yang telah berjuang keras untuk menghapuskan praktik dwifungsi TNI sejak era Reformasi.
Dengan latar belakang ini, para demonstran berkumpul di depan Gedung DPR/MPR Jakarta untuk menyuarakan penolakan mereka.
7 Tuntutan Utama
Berikut adalah tujuh tuntutan utama yang disuarakan oleh para demonstran:
Baca Juga: RUU TNI SAH! Ini Beberapa Poin Kontroversial dan Dampaknya
-
Pembatalan RUU TNI
Tuntutan utama adalah agar DPR membatalkan pengesahan RUU TNI yang dianggap memperkuat peran militer dalam politik dan pemerintahan, serta mengurangi ruang bagi institusi sipil.
Para demonstran menegaskan bahwa RUU ini berpotensi mengembalikan praktik dwifungsi TNI yang telah dihapuskan.
-
Menjaga Supremasi Sipil
Para demonstran menekankan pentingnya menjaga supremasi sipil di Indonesia, dengan menolak segala bentuk intervensi militer dalam urusan pemerintahan dan kehidupan masyarakat.