Sidang promosi doktor ini dihadiri lebih dari 150 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, tokoh pesantren, pelaku usaha, hingga perwakilan ormas Islam.
Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa pemikiran dan kontribusi ilmiah Dr. Budiyono mendapat perhatian luas dan dinilai relevan dengan kebutuhan pengembangan ekonomi berbasis nilai-nilai keislaman di era modern.
Baca Juga: Tinjau Proyek Gorong-Gorong, Rendra Masdrajad Usahakan Jalur Alternatif untuk Warga
Antusiasme peserta semakin menguatkan harapan bahwa hasil penelitian ini tidak akan berhenti pada ranah akademik semata, melainkan dapat diimplementasikan sebagai panduan dalam pembangunan ekonomi pesantren yang tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga menjunjung tinggi etika, solidaritas sosial, dan nilai spiritual.
Dengan pengukuhan ini, Dr. Budiyono Santoso tak hanya menyandang gelar doktor, namun juga membawa harapan baru bagi pesantren sebagai motor penggerak ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berakar pada tradisi luhur Islam.
***
Artikel Terkait
Tinjau Proyek Gorong-Gorong, Rendra Masdrajad Usahakan Jalur Alternatif untuk Warga
Rendra Masdrajad Soroti Kasus Pemerkosaan Mahasiswa: Cermin Kerusakan Moral
Anggota DPRD Malang Rendra Masdrajad Safaat Soroti Keamanan Wisata Usai Insiden Jatim Park 1
Rendra Masdrajad Safaat, Kawal dan Beri Bantuan Hukum untuk Korban Insiden Jatim Park 1
Rendra Masdrajad Safaat Tegaskan Komitmen Komisi C Dukung Aspirasi Warga Blimbing