• Sabtu, 18 April 2026

OJK Malang Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan dengan 34 Program Edukasi dan 601 Layanan Konsumen hingga April 2025

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Jumat, 23 Mei 2025 | 06:47 WIB
OJK Malang Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan dengan 34 Program Edukasi hingga April 2025 (Foto: malangkota.go.id)
OJK Malang Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan dengan 34 Program Edukasi hingga April 2025 (Foto: malangkota.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang terus berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui berbagai program edukasi dan sosialisasi.

Hingga akhir April 2025, OJK Malang telah melaksanakan 34 kegiatan yang berhasil menjangkau lebih dari 12.500 peserta.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Malang, Program-program ini dirancang dengan mempertimbangkan sasaran prioritas sesuai dengan Strategi Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021–2025.

Baca Juga: Sukarsi dari Lumajang Raih Penghargaan Kader PKK Berprestasi 2025 dalam Peringatan HKG PKK Jatim

Hal ini menunjukkan komitmen OJK Malang dalam mendukung kebijakan nasional untuk memperluas pemahaman dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menyampaikan dalam konferensi pers pada Rabu, 21 Mei 2025, bahwa OJK Malang juga aktif dalam memberikan layanan konsumen.

Sejak awal tahun hingga akhir April 2025, lembaga ini telah menerima sebanyak 601 permintaan layanan dari masyarakat.

Baca Juga: Rendra Masdrajad Safaat Usulkan Pengelolaan Juru Parkir Resmi untuk Atasi Masalah Parkir Liar di Malang

Permintaan layanan tersebut terdiri dari tiga jenis utama, yaitu pemberian informasi yang mendominasi dengan 94,34 persen, penerimaan informasi sebesar 4,66 persen, dan pengaduan yang mencapai 1 persen.

Data ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin aktif mencari informasi dan bantuan terkait layanan keuangan.

“Dari sisi jenis Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJI), 224 layanan konsumen terkait dengan perusahaan perbankan, 200 layanan konsumen terkait dengan perusahaan IKNB. Antara lain perusahaan pembiayaan 90 layanan, peer-to-peer lending 85 layanan, asuransi 10 layanan, serta 176 layanan konsumen terkait sektor lainnya (antara lain 89 layanan terkait penipuan).”

Baca Juga: Kedatangan Jemaah Haji di Arab Saudi Masih Berlangsung, 323 Kloter Sudah di Arab Saudi

Farid Faletehan menjelaskan lebih rinci mengenai jenis Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang menjadi objek layanan konsumen.

Dari total layanan, 224 permintaan terkait perusahaan perbankan, sementara 200 permintaan berasal dari perusahaan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: malangkota.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X