WartaJatim.CO.ID - Kondisi Sektor Jasa Keuangan (SJK) di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menunjukkan kinerja positif dan stabil pada Januari 2025.
Pertumbuhan kredit mencapai double digit, peningkatan premi asuransi, dan jumlah investor pasar modal yang signifikan menjadi bukti optimisme di tengah dinamika ekonomi global dan nasional.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Malang, Kepala OJK Malang, Biger Adzanna Maghribi, memaparkan sejumlah data yang menunjukkan kekuatan sektor keuangan di wilayah tersebut.
Baca Juga: 5 Makanan Khas Indonesia yang Lezat dan Ramah untuk Vegetarian & Vegan
Menurut Biger, kondisi SJK di Malang didukung oleh likuiditas yang memadai dan profil risiko yang terjaga.
Ditinjau dari perkembangan sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB), kinerja asuransi komersil berupa pendapatan premi pada periode Desember 2024 sebesar Rp4,22 triliun, atau meningkat 16,55 persen year on year (yoy).
Terdiri dari premi asuransi jiwa yang tumbuh sebesar 19,69 persen yoy dengan nilai sebesar Rp3,49 triliun. Premi asuransi umum tumbuh sebesar 3,34 persen yoy dengan nilai sebesar Rp719 miliar.
Baca Juga: 7 Inside Jokes SEVENTEEN Dalam Lagu 96ers - Hoshi x Woozi , CARAT Harus Tahu!
Di sektor PVML atau sektor yang meliputi lembaga pembiayaan, perusahaan modal ventura, lembaga keuangan mikro, dan lembaga jasa keuangan lainnya, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 12,37 persen yoy pada Desember 2024 menjadi Rp7,25 triliun, masih didominasi dengan pembiayaan multi guna sebesar Rp4,69 triliun.
Pertumbuhan penyaluran pembiayaan tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yang sebesar 6,92 persen yoy.
Profil risiko Perusahaan Pembiayaan terjaga dengan rasio Non Performing Financing (NPF) tercatat sebesar 3,44 persen.
Baca Juga: Selain Harris J, 7 Penyanyi Religi Ini Pernah Kolaborasi Bersama Maher Zain!
"Penyaluran piutang pembiayaan di wilayah kerja OJK Malang masih didominasi kepada sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil serta sepeda motor Rp1,99 triliun, porsi 27,57 persen," jelasnya.
Penyaluran pinjaman/pembiayaan yang diberikan oleh Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di wilayah kerja OJK Malang menurun 4,49 persen yoy dari Rp11,03 miliar (Desember 2023) menjadi Rp10,53 miliar (Desember 2024).
Selain penyaluran pinjaman/pembiayaan, kegiatan usaha lain yang dilakukan LKM adalah pengelolaan simpanan/tabungan dari masyarakat.
Artikel Terkait
Lomba Gotong Royong Kota Malang Memasuki Tahap Penilaian Lapangan, Arjowinangun Target Juara!
Wali Kota Malang Menjalani Hari Pertama Kerja dengan Kunjungan ke Polresta Malang Kota
Apel Perdana Wali Kota Malang: Wahyu Hidayat Siap Gas Pol untuk Pelayanan Terbaik
DPRD Kota Malang Gelar Rapat Paripurna: Bahas Empat Rancangan Peraturan Daerah untuk Optimalisasi PAD
Madyopuro Mangano: Event Kuliner yang Memperkuat Ekonomi dan Identitas Kota Malang di Pintu Masuk Kota