• Sabtu, 18 April 2026

Pemkot Malang Tegaskan Komitmen Tangani Anak Tidak Sekolah dengan Kolaborasi Pendidikan Berkualitas dan Dokumentasi Strategis

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Kamis, 12 Juni 2025 | 19:19 WIB
Disdikbud Kota Malang Gelar Diseminasi Hasil Penanganan ATS, Tekankan Kolaborasi Sistemik (Foto: malangkota.go.id)
Disdikbud Kota Malang Gelar Diseminasi Hasil Penanganan ATS, Tekankan Kolaborasi Sistemik (Foto: malangkota.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) pada Rabu, 16 November 2025, di Ballroom Hotel Savana Malang.

Kegiatan tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Malang dalam mengatasi permasalahan ATS yang merupakan bagian dari hak pendidikan setiap anak.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Malang, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, hadir memberikan motivasi serta dorongan kepada seluruh satuan pendidikan di lingkup Pemkot Malang agar mampu mewujudkan pendidikan berkualitas.

Baca Juga: 2.670 Media Online Bergerak! SMSI Siap Bersinergi dengan Polri Jaga Demokrasi dan Keamanan Jelang HUT Bhayangkara ke-79

Ia menegaskan bahwa ATS bukan hanya persoalan statistik, melainkan masalah nyata yang memerlukan solusi sistemik, kolaboratif, dan berkelanjutan.

“Tentu saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam upaya identifikasi, pendampingan, dan reintegrasi ATS ke dalam sistem pendidikan."

"Hasil-hasil yang didiseminasikan hari ini bukan hanya sebuah catatan administratif, melainkan cermin dari semangat kolaboratif serta gotong royong seluruh satuan pendidikan dalam mewujudkan keadilan pendidikan,” ujar Wali Kota Wahyu Hidayat.

Baca Juga: Agak Laen 2 Tayang 2025: Film Komedi Terlaris Siap Hadir Lagi dengan Cerita Lebih Gila

Berdasarkan data dari Disdikbud Kota Malang, jumlah ATS yang harus dituntaskan saat ini mencapai sekitar 3.250 anak, mengalami penurunan signifikan sebesar 41 persen dibandingkan tahun 2024 yang masih berjumlah 5.555 ATS.

Wali Kota menekankan pentingnya dokumen perencanaan satuan pendidikan yang inklusif dan responsif terhadap konteks sosial.

Ia mengatakan bahwa dokumen tersebut harus menyertakan program strategis guna mengakomodasi ATS kembali bersekolah, mengingat sekolah merupakan tempat belajar sekaligus tempat bagi anak-anak yang pernah terputus dari pendidikan untuk kembali bergabung.

Baca Juga: Evan Dimas Tanggapi Sorotan Kondisi Fisiknya di Medsos: Tenang, Aku Lagi Program Gedein Badan

Selain itu, Wali Kota juga menitipkan pesan kepada lembaga pendidikan, dinas terkait, dan seluruh elemen masyarakat agar tidak berhenti pada pendataan dan diseminasi hasil saja.

Tetapi harus melanjutkan dengan menyusun rencana aksi konkret, menyinergikan program, dan membangun ekosistem pendidikan yang memulihkan dan memberdayakan seluruh anak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Baharudin Gia

Sumber: malangkota.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X