• Sabtu, 18 April 2026

Wali Kota Malang Uji Coba Mesin Combine Harvester Bantuan Presiden Prabowo untuk Percepat Panen dan Tingkatkan Ketahanan Pangan Kota

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Kamis, 26 Juni 2025 | 13:21 WIB
Kelompok Tani di Malang Manfaatkan Mesin Pemanen Padi Canggih dengan Dukungan Pemerintah (Foto: malangkota.go.id)
Kelompok Tani di Malang Manfaatkan Mesin Pemanen Padi Canggih dengan Dukungan Pemerintah (Foto: malangkota.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mencoba secara langsung mesin pemanen padi combine harvester yang diberikan sebagai bantuan dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Uji coba mesin pertanian ini dilakukan pada lahan yang dikelola oleh Kelompok Tani Makaryo I di Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Malang, pada Selasa, 24 Juni 2025, alat ini diuji untuk mengetahui efektivitasnya dalam mendukung kegiatan panen padi.

Baca Juga: Sidang Ricuh! Nikita Mirzani Marah Disuruh Diam, “Gua Bukan Pembunuh, Santai Aja!”

Mesin combine harvester menggabungkan tiga tahap proses penting dalam pemanenan padi, yaitu pemotongan, perontokan, dan pembersihan hasil panen secara sekaligus.

Setelah mencoba sendiri kinerja mesin tersebut, Wahyu menyampaikan bahwa kehadiran alat ini sangat membantu dalam mempercepat proses panen di Kota Malang.

Ia menilai mesin pemanen padi tersebut memiliki nilai strategis untuk menunjang ketahanan pangan daerah, terutama dalam kondisi kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Baca Juga: Iran Sebut Serangan AS ke 3 Fasilitas Nuklir Tak Tingkatkan Radiasi, Aktivitas Normal Dapat Dilanjutkan

“Penggunaan mesin pemanen padi ini sangat bagus. Keberadaannya (combine harvester) sangat menunjang ketahanan pangan di Kota Malang,” kata Wahyu.

Dari hasil dialog dengan para petani yang telah memanfaatkan mesin ini, Wahyu mendapatkan informasi bahwa penggunaan combine harvester jauh lebih efisien dibandingkan metode panen manual yang selama ini diterapkan.

Ia menjelaskan bahwa untuk lahan seluas empat hektare, proses pemanenan dengan tangan manusia dapat memakan waktu hingga 16 hari. Namun, dengan bantuan mesin ini, waktu panen dapat dipangkas menjadi hanya dua hari saja.

Baca Juga: Eks Ketua PN Jaksel Kembalikan Rp6,9 Miliar ke Kejagung, Dugaan Suap Vonis CPO

“Jika menggunakan tenaga manusia, untuk empat hektare lahan memerlukan waktu hingga 16 hari. Jadi waktu, biaya, dan tenaga yang dibutuhkan tentu sangat jauh berbeda,” tambahnya.

Salah satu petani dari Kelompok Tani Makaryo, Saiful, juga mengakui efektivitas mesin combine harvester ini sangat membantu kegiatan mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: malangkota.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X