• Sabtu, 18 April 2026

Legislator Kota Malang Rendra Masdrajad Safaat Kritisi Pengurangan Rencana Lantai Parkir Kayutangan

Photo Author
Shintiya Yulia Frantika, Wartajatim.co.id
- Rabu, 30 Juli 2025 | 15:15 WIB
Aggota DPRD Kota Malang, Rendra Masdrajad Safaat desak pembangunan parkir enam lantai di Kayutangan tetap dilanjutkan demi dukung pengembangan wisata Kota Malang. (Foto: Dok. Pribadi Rendra Masdrajad Safaat)
Aggota DPRD Kota Malang, Rendra Masdrajad Safaat desak pembangunan parkir enam lantai di Kayutangan tetap dilanjutkan demi dukung pengembangan wisata Kota Malang. (Foto: Dok. Pribadi Rendra Masdrajad Safaat)

WartaJatim.CO.ID - Dalam rapat KUA-PPAS bersama Dinas Perhubungan, Rendra Masdrajad Safaat mengungkapkan kritik tajam terhadap rencana perubahan pembangunan fasilitas parkir di kawasan Kayutangan Heritage.

Awalnya dirancang memiliki enam lantai, kini rencana tersebut hanya menyisakan tiga lantai.

Menurut Rendra, langkah ini justru dapat membatasi pengembangan Kayutangan sebagai kawasan wisata unggulan di Kota Malang.

Baca Juga: Netizen Geger! Wanita Ini Tuding Kurir Grab Campur Abu Rokok ke Makanan Pesanannya

Ia berharap Kayutangan tidak hanya difungsikan sebagai jalur pedestrian, melainkan dikembangkan menjadi ikon kota yang representatif.

Rendra menegaskan bahwa pembangunan parkir enam lantai harus tetap dijalankan, seiring dengan pelebaran trotoar dan penataan visual kawasan.

Ia meyakini hal ini bisa mengubah wajah Kayutangan menjadi daya tarik baru, setara dengan kawasan Hall of Fame di luar negeri.

"Kayutangan ini bisa jadi wajah wisata Kota Malang, bukan hanya tempat lalu lalang. Kalau kita serius, satu atau dua tahun bisa kita kawal pembangunan parkir enam lantai, pelebaran trotoar sisi barat, bahkan seperti di Las Vegas ada Hall of Fame. Kenapa tidak?" tegas Rendra.

Baca Juga: Kumora Cookies, Berawal dari Proyek Mahasiswa Kini Jadi Bisnis Cuan dan Bergizi Cegah Stunting Berkat Bimbingan Rumah BUMN BRI

Dalam pemaparannya, Rendra juga menyebut bahwa posisi Kota Malang masih kalah bersaing secara wisata dibanding Kota Batu dan Kabupaten Malang.

Menurutnya, banyak wisatawan lebih memilih daerah sekitar karena pusat kota minim akan destinasi wisata yang menonjol.

Padahal, jika dikembangkan serius, Malang punya potensi besar sebagai tujuan wisata berbasis sejarah dan budaya.

Ia mendorong pemerintah agar menata kawasan Kayutangan secara maksimal dan tidak setengah-setengah.

Salah satu ide yang diusulkannya adalah menjadikan Kayutangan sebagai pusat kegiatan seni dan budaya, seperti pertunjukan musik dan seremoni yang mampu menarik perhatian masyarakat maupun wisatawan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Shintiya Yulia Frantika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X