Ia menyampaikan bahwa anak-anak memiliki hak untuk ikut berperan melalui cara-cara positif, salah satunya dengan melakukan advokasi.
Dengan rumus Peduli, Paham, dan Pengaruh, Khailila mendorong peserta untuk memahami dasar, konsekuensi, dan dampak dari keterlibatan mereka dalam menyuarakan kepentingan bersama.
Hadir pula Rian Priyo Hardi dari Amazing Plus, yang mengajak peserta membangun kekompakan melalui simulasi permainan.
Rian menekankan bahwa bela negara dan advokasi memerlukan solidaritas tim yang berlandaskan kepedulian bersama.
Baca Juga: AI Bikin Liburan Lebih Mudah, 70% Wisatawan Percaya Rekomendasi Travel Planning dari Kaspersky
Keberhasilan kelompok ditentukan oleh kesediaan untuk saling membantu dan menghargai perbedaan pandangan.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan aktif anak-anak dalam kehidupan sosial, kepedulian terhadap sesama, serta kemampuan bekerja sama.
Dengan bekal wawasan kebangsaan dan pengalaman praktis ini, anak-anak di Kedungkandang diharapkan menjadi generasi tangguh dan siap mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. (gha)
Artikel Terkait
Wakil Wali Kota Malang Buka Fortasi Muhammadiyah 1, Dorong Sekolah Tanpa Perundungan dan Cetak Generasi Emas
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Bersilaturahmi dengan 700 Pengemudi Ojol Bahas Aspirasi hingga Jaga Kondusivitas Kota
Wakil Wali Kota Malang Tekankan Pentingnya Urban Farming untuk Ketahanan Pangan, Ekonomi, dan Perekat Sosial Warga
Wali Kota Wahyu Hidayat Paparkan Ranperda Perubahan APBD 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Malang
Wali Kota Wahyu Hidayat Tekankan Solidaritas Warga Saat Apel Sinergi Guyub Damai di Kota Malang