• Sabtu, 18 April 2026

Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib Berziarah ke Pesarean Gunung Kawi, Wujudkan Spirit Religi dan Toleransi di Tempat Bersejarah

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Jumat, 17 Oktober 2025 | 07:00 WIB
Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib Lakukan Ziarah ke Pesarean Gunung Kawi, Teladani Nilai Sejarah dan Toleransi (Foto: malangkab.go.id)
Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib Lakukan Ziarah ke Pesarean Gunung Kawi, Teladani Nilai Sejarah dan Toleransi (Foto: malangkab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib melaksanakan ziarah ke Pesarean Gunung Kawi yang terletak di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, pada Rabu (15/10) siang.

Dalam kunjungan tersebut, Lathifah Shohib didampingi oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Wonosari serta Kepala Desa Wonosari.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Malang, Ziarah ini bertujuan untuk melaksanakan tahlil dan doa bersama di makam dua tokoh penting penyebar Islam di wilayah Malang, yakni Eyang Jugo dan Raden Mas Iman Soedjono.

Baca Juga: Pemkab Bojonegoro Perkuat Ekonomi Desa Lewat Koperasi Merah Putih, Dorong Kemandirian dan Gotong Royong Masyarakat

Eyang Jugo yang memiliki nama asli Raden Mas Soeryo Koesoemo, atau dikenal pula dengan sebutan Kiai Zakaria II, merupakan tokoh keturunan Keraton Kertosuro yang memiliki peran besar dalam penyebaran ajaran Islam di masa lampau.

Nilai sejarah dan spiritual yang melekat pada Pesarean Gunung Kawi menjadikan tempat ini tidak hanya sebagai kawasan makam, tetapi juga sebagai destinasi wisata religi yang dikenal luas oleh masyarakat.

Setiap tahun, ribuan peziarah dari berbagai daerah datang ke lokasi tersebut untuk berdoa, mengenang perjuangan tokoh-tokoh penyebar agama, dan memohon berkah.

Baca Juga: Pemkot Surabaya dan TP PKK Perluas Pendidikan Keluarga Lewat Program Kemangi untuk Cetak Generasi Emas 2045

Keunikan lain dari Pesarean Gunung Kawi terletak pada keberagaman pengunjungnya yang berasal dari berbagai latar belakang etnis dan agama.

Tidak hanya masyarakat Jawa dan Madura, warga keturunan Tionghoa yang sebagian besar non-muslim juga kerap berkunjung ke pesarean ini.

Bagi sebagian warga Tionghoa, tokoh yang dimakamkan di kawasan tersebut diyakini sebagai leluhur mereka, sehingga tradisi ziarah ke makam ini menjadi bagian dari warisan spiritual lintas keyakinan.

Baca Juga: Wabup Malang Lathifah Shohib Ajak Siswa SMPN 2 Sumberpucung Jaga Tradisi Lewat Gelar Karya Kokurikuler Bertema Pendidikan dan Budaya

Kehadiran para peziarah dari berbagai etnis dan agama menjadi simbol nyata dari nilai toleransi dan kerukunan umat di Kabupaten Malang.

Melalui kegiatan ziarah ini, pemerintah daerah berupaya meneguhkan semangat kebersamaan sekaligus melestarikan warisan sejarah yang mengandung nilai budaya dan spiritual tinggi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: malangkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X