Baca Juga: Pertamina Regional Jawa Gelar Donor Darah untuk Kesehatan dan Keselamatan
Menurutnya, saat ini digital divide atau ketimpangan pengetahuan dan skill digital dalam masyarakat Indonesia membutuhkan langkah penanganan yang tepat.
“Hal ini juga yang diidentifikasi oleh UNESCO, ketika mereka melakukan semacam survei untuk melihat kesiapan Indonesia mengadopsi teknologi terbaru atau yang kita sebut sebagai emerging teknologi terutama Artificial Intelligence (AI),” jelasnya.
Mengutip hasil Readiness Assessment Methodology Artificial Intelligence (RAM AI) UNESCO, Nezar Patria mengungkap ada tiga faktor yang perlu ditindaklanjuti agar Indonesia siap dalam menghadapi era teknologi AI.
Baca Juga: Panitia Nasional Kemenag Umumkan Hasil Verifikasi PPG Daljab: 70.652 Peserta Siap Berkompetisi
“Kesenjangan digital, infrastruktur digital dan bidang riset serta pengembangan AI. Ketiganya ini menjadi catatan buat Komdigi dan pemerintah Indonesia untuk memberikan perhatian yang lebih serius dan lebih sistematis untuk bisa mengantisipasi tantangan kedepan,” tuturnya. (gha)
Artikel Terkait
Ajak Melek Digital, Omah Tandang Kolaborasi dengan MAN 2 Nganjuk Seminar Potensi Digital
Anak Indonesia dan Permainan Tradisional: Menjaga Warisan Budaya di Era Digital
Presiden Perintahkan Langkah Tegas untuk Judi Online dan Perlindungan Anak di Dunia Digital
Perlindungan Anak di Era Digital: Komitmen Kemkomdigi untuk Keamanan Siber
Platform Digital Makin Berkembang: Panduan Lengkap Bermedia Sosial dengan Bijak