Baca Juga: Ogah Disebut Cari Panggung! Dokter Richard Lee Pilih Tak Hadir di Podcast Setelah Ngaku Mualaf
"Saat ini yang bersangkutan sudah dikembalikan ke pihak Unpad dan diberhentikan sebagai mahasiswa serta diproses secara hukum oleh Polda Jawa Barat," jelas Aji.
Dari sisi penegakan hukum, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Kombes Surawan, mengonfirmasi bahwa Priguna telah ditahan sejak 23 Maret 2025.
"Pelaku berinisial PAP dan berusia 31 tahun. Kami telah menahannya sejak 23 Maret," kata Surawan, dikutip pada Kamis, 10 April 2025.
Kasus ini pertama kali terungkap melalui platform media sosial X (sebelumnya Twitter), ketika sebuah akun anonim membagikan tangkapan layar pesan WhatsApp yang ditujukan kepada seorang dokter.
Baca Juga: Jawa Timur Krisis Dokter Spesialis, DPRD Minta Pemprov Segera Atur Pemerataan
Pesan tersebut mengungkap dugaan rudapaksa yang dilakukan oleh dua residen anestesi Unpad terhadap penunggu pasien, lengkap dengan dugaan penggunaan obat bius dan bukti rekaman CCTV.
"Selamat malam dok. Maaf mengganggu. Dok, saya dapat informasi ada 2 residen anestesi Unpad melakukan rudapaksa ke penunggu pasien (menggunakan obat bius, ada bukti CCTV lengkap)...," demikian isi pesan yang viral pada Selasa, 7 April 2025, yang kemudian memicu perhatian publik luas.
Meski kasus ini menyebutkan dugaan adanya dua pelaku, hingga saat ini hanya Priguna yang telah diproses hukum. Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.
Berbagai barang bukti telah dikumpulkan oleh tim penyidik Polda Jawa Barat untuk memperkuat kasus dalam proses peradilan.
Baca Juga: Gerakan Bagi Tas dan Sepatu Haji Rendra Mendapat Dukungan Dari Dokter Gamal
Bukti-bukti tersebut termasuk rekaman CCTV, obat-obatan yang diduga digunakan untuk membius korban, dan berbagai petunjuk fisik lainnya yang ditemukan di lokasi kejadian.
Kasus ini telah menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat, terutama terkait keamanan pasien dan keluarga pasien di fasilitas kesehatan.
Banyak pihak mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di rumah sakit pendidikan dan pemeriksaan latar belakang yang lebih ketat bagi calon dokter spesialis.
Sementara itu, pihak RSHS Bandung juga dikabarkan telah melakukan evaluasi internal dan meningkatkan sistem keamanan di seluruh area rumah sakit untuk mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang. (SAZ)
Artikel Terkait
Penjelasan Dokter PBSI mengenai Cedera Parah yang Dialami oleh Christian Adinata
Tolak RUU Kesehatan: Alasan dari Dokter dan Nakes
Panduan Tepat Memilih Produk Kecantikan Menurut Dokter Shindy, Kakak Ria Ricis
Dibalik Viralnya Video Kucing dalam Blender, Dokter Hewan ini Berikan Penjelasan
Sosok Bianca Alyssa, Anak Kapolresta yang Terlibat Dugaan Perselingkuhan Dokter TNI
Profil Lettu Agam, Dokter TNI yang Viral Karena Kasus KDRT dan Dugaan Perselingkuhan
Gerakan Bagi Tas dan Sepatu Haji Rendra Mendapat Dukungan Dari Dokter Gamal