• Sabtu, 18 April 2026

Keluarga Dokter Priguna Minta Maaf: Kasus Dugaan Pemerkosaan Tetap Berlanjut ke Ranah Hukum

Photo Author
Bridgeta Elisa Putri, Wartajatim.co.id
- Jumat, 11 April 2025 | 11:35 WIB
Bangunan RSHS, Tempat Dokter PPDS Perkosa Keluarga Pasien Kritis (Google Photo)
Bangunan RSHS, Tempat Dokter PPDS Perkosa Keluarga Pasien Kritis (Google Photo)

WartaJatim.CO.ID - Keluarga dokter Priguna Anugerah Pratama (31) telah bertemu dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada keluarga korban FH (21) atas dugaan kasus pemerkosaan yang terjadi beberapa waktu lalu di Bandung.

Meski pertemuan diharapkan menjadi awal penyelesaian secara kekeluargaan, pihak korban menegaskan bahwa proses hukum tetap harus berjalan untuk menegakkan keadilan dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

"Sebelum pemberitaan di media saat ini berkembang, klien kami melalui perwakilan keluarga telah bertemu dan menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarganya," ungkap Ferdy Rizky Adilya, penasihat hukum Priguna, pada Kamis (10/4/2025).

Kasus yang kini ditangani Polda Jawa Barat ini mengungkap dinamika penyelesaian hukum dan kekeluargaan yang berjalan beriringan.

Baca Juga: Dokter Unpad Tersangka Pemerkosaan Anak Pasien di RSHS Bandung Coba Bunuh Diri Sebelum Ditangkap

Di satu sisi, keluarga pelaku telah berupaya melakukan pendekatan personal dengan meminta maaf kepada korban dan keluarganya, namun di sisi lain, penegakan hukum tetap menjadi prioritas utama bagi keluarga korban.

Ferdy Rizky Adilya menjelaskan bahwa kliennya mengaku menyesali tindakan tersebut dan siap menghadapi konsekuensi hukum.

"Klien kami bersedia bertanggung jawab di depan hukum dan akan menerima konsekuensi atas perbuatannya, termasuk konsekuensi terburuk dalam hubungan rumah tangganya," jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa laporan telah dicabut oleh keluarga korban pada 23 Maret 2025, meski proses hukum tetap berlanjut.

Baca Juga: Dokter Residen Unpad Ditahan atas Dugaan Pemerkosaan Keluarga Pasien: Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Namun, pihak keluarga korban memberikan perspektif berbeda terkait pertemuan tersebut. A, kakak ipar FH, menegaskan bahwa pertemuan dengan keluarga pelaku justru terjadi atas inisiatif pihaknya.

"Itu pun setelah kami mencari-cari untuk berhubungan dengan mereka," ujarnya melalui sambungan telepon.

A menambahkan bahwa meskipun secara pribadi telah memaafkan, mereka tetap mendorong proses hukum berjalan tuntas.

"Kami mengutuk perbuatan itu, tapi sesama manusia tetap memaafkan, walaupun itu tidak mengembalikan kondisi adik saya. Sampai saat ini (korban) masih kami dampingi dan awasi betul-betul kondisi psikisnya," kata A.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: Pemberitaan Media Siber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X