Baca Juga: Harga Gabah Anjlok di Bojonegoro, Petani Curhat di Media Sosial: Payu Gak Payu, Tak Pangan Dewe
"Nah, celah ini kadang dimanfaatkan mafia. Produksi rendah, makanya harga naik. Stok kurang, harga naik. Semoga celah ini tidak ada lagi," tegasnya.
Pernyataan Menteri Pertanian ini menyiratkan adanya indikasi praktik permainan harga oleh oknum tertentu yang merugikan petani.
Meskipun produksi beras nasional mencapai rekor tertinggi dengan kenaikan 52 persen dan stok nasional mencapai 2,2 juta ton, para petani di Kalimantan Selatan masih kesulitan mendapatkan harga yang layak untuk hasil panen mereka.
Masalah koordinasi antara lembaga pemerintah juga menjadi sorotan dalam isu ini.
Pertanyaan mengenai otoritas dan tanggung jawab antara Kementerian Pertanian dan BULOG menunjukkan perlunya penguatan koordinasi antar instansi untuk menyelesaikan permasalahan petani secara efektif.
Masyarakat dan para petani kini menantikan tindak lanjut konkret dari pemerintah untuk mengatasi kesenjangan harga gabah dan memastikan akses yang lebih mudah ke BULOG.
Upaya pemberantasan mafia pertanian yang dijanjikan oleh Menteri Amran Sulaiman diharapkan dapat memberikan solusi nyata bagi para petani di Kalimantan Selatan dan daerah lain yang menghadapi permasalahan serupa. (SAZ)
Penulis: Sabrina Zainita
Artikel Terkait
Prabowo Dapat Apresiasi dari Petani: Pupuk Lancar, Harga Gabah Menguntungkan
Harga Gabah Anjlok di Bojonegoro, Petani Curhat di Media Sosial: "Payu Gak Payu, Tak Pangan Dewe"
Kisah Pilu Eks Pemain Sirkus Taman Safari: Dipekerjakan Sejak Kecil, Tak Tahu Siapa Orang Tuanya
Viral Keluhan Petani Lampung: Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP Meski Padi Berkualitas A1
Menteri Sosial Apresiasi Penurunan Angka Kemiskinan di Banyuwangi yang Tercatat Terendah Sepanjang Sejarah dengan Program Pengentasan Efektif
Menteri Sosial Saifullah Yusuf Dorong Kabupaten Banyuwangi Jadi Pelopor Sekolah Rakyat untuk Anak Miskin
Kampung Lobster di Banyuwangi: Pusat Budidaya dan Kuliner Lobster Laut yang Diekspor ke Taiwan dan Tiongkok