Tindakan tegas Mentan tidak berhenti pada teguran semata. Amran langsung menghubungi pimpinan BULOG dan memerintahkan pemecatan terhadap oknum-oknum yang terlibat.
"Langsung kami telpon, Pak Dirut pecat, kapan? hari ini," ungkapnya.
Amran menegaskan bahwa untuk kasus di Kalimantan Selatan, pemecatan dilakukan terhadap oknum BULOG di empat wilayah berbeda.
Tindakan ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan memastikan bahwa BULOG di daerah lain menjalankan tugasnya sesuai dengan arahan presiden.
Baca Juga: Prabowo Terima Laporan Harga Gabah Naik & Produksi Meningkat: Kita Harus Kerja Keras
Masalah harga gabah ini tidak hanya terjadi di Kalimantan Selatan tetapi juga menjadi keprihatinan bagi petani di berbagai daerah lainnya.
Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Amran Sulaiman berupaya memastikan implementasi kebijakan harga pembelian pemerintah dilaksanakan dengan baik, sehingga kesejahteraan petani dapat terjamin.
Ke depannya, Kementerian Pertanian akan terus melakukan pemantauan ketat terhadap kinerja BULOG dalam menjalankan fungsinya sebagai stabilisator harga gabah dan beras.
Langkah tegas yang diambil Amran diharapkan menjadi peringatan bagi semua pihak yang terlibat dalam rantai distribusi gabah dan beras untuk beroperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (SAZ)
Penulis: Sabrina Zainita
Artikel Terkait
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi Pimpin Panen Raya Serentak Bersama 14 Provinsi, Pastikan Stabilitas Harga Gabah untuk Kesejahteraan Petani
Prabowo Dapat Apresiasi dari Petani: Pupuk Lancar, Harga Gabah Menguntungkan
Prabowo Terima Laporan Harga Gabah Naik & Produksi Meningkat: Kita Harus Kerja Keras
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Tegaskan Komitmen Melindungi Kesejahteraan Petani dengan Penyerapan Gabah Kering Panen Seharga Rp 6.500 per Kg
Harga Gabah Anjlok di Bojonegoro, Petani Curhat di Media Sosial: "Payu Gak Payu, Tak Pangan Dewe"
Viral Keluhan Petani Lampung: Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP Meski Padi Berkualitas A1