WartaJatim.CO.ID - Perdebatan soal julukan "Gubernur Konten" yang viral di media sosial berujung pada pertemuan hangat antara Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di kediaman Dedi di Subang, Jawa Barat.
Pertemuan pada Minggu (4/5/2025) ini tidak hanya meredakan kontroversi julukan tersebut, tetapi juga membuka peluang kerja sama strategis antara kedua provinsi, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja dari Jawa Barat di sektor pertanian dan perikanan Kalimantan Timur.
"Tidak ada (sindiran) 'Gubernur Konten', seharusnya bilang Kang Dedi Gubernur yang kontennya top," tegas Rudy Masud dalam video yang diunggah Dedi Mulyadi di akun media sosialnya.
Pertemuan antara Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berlangsung di kediaman Dedi di Subang, Jawa Barat, pada Minggu (4/5/2025).
Baca Juga: Dedi Mulyadi Disebut Gubernur Konten oleh Gubernur Kaltim – Sindiran Ini Bikin Netizen Heboh!
Kunjungan ini menjadi sorotan publik setelah sebelumnya sempat viral julukan "Gubernur Konten" yang dilontarkan Rudy kepada Dedi dalam rapat kepala daerah dengan Komisi II DPR RI di Jakarta pada Selasa (29/4/2025).
Dedi Mulyadi mengabadikan momen pertemuan tersebut dan mengunggahnya melalui akun media sosial pribadinya @dedimulyadi71 pada Minggu (4/5/2025). Dalam video tersebut, Dedi terlihat menyambut kedatangan Rudy dengan ramah.
"Saya kedatangan tamu istimewa, Gubernur Kalimantan Timur," tutur Dedi membuka percakapan dengan Rudy dalam video tersebut.
Kontroversi julukan "Gubernur Konten" yang sebelumnya sempat memicu perdebatan di kalangan masyarakat dan pengamat politik kini terlihat mencair.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Kirim Siswa Bermasalah ke Barak TNI: Orang Tua Berharap Anaknya Berubah
Dalam pertemuan tersebut, Rudy Masud justru meluruskan bahwa julukan tersebut bukan dimaksudkan sebagai sindiran, melainkan pujian atas kepopuleran konten yang dibuat oleh Gubernur Jawa Barat itu.
Sebelumnya, menanggapi julukan tersebut, Dedi Mulyadi mengklaim bahwa keaktifannya di media sosial telah berhasil menghemat anggaran iklan Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara signifikan.
Menurutnya, anggaran iklan yang semula mencapai Rp50 miliar kini bisa dipangkas menjadi hanya Rp3 miliar berkat aktivitas kontennya di platform digital.
Pertemuan kedua gubernur ini tidak hanya sekadar meredakan kontroversi, tetapi juga membahas potensi kerja sama strategis antara Jawa Barat dan Kalimantan Timur.
Artikel Terkait
Dedi Mulyadi Hapus Utang Pajak Kendaraan Warga Jabar! Simak Kebijakan Menarik Ini!
Dedi Mulyadi Kritik Bupati Indramayu yang Liburan ke Luar Negeri Tanpa Izin: "Bahagia Tidak Mesti di Jepang"
Usai Kasus Pembakaran Mobil Polisi Viral, Dedi Mulyadi Minta Wali Kota Depok Perhatikan Keluarga Pelaku
Disorot karena Nunggak Pajak, Mobil Dedi Mulyadi Tiba-tiba Berubah Plat Jawa Barat
Gubernur Dedi Mulyadi Dikritik Remaja: Kontroversi Larangan Wisuda SMA di Jawa Barat
Dedi Mulyadi Tanggapi Kritik Aura Cinta: "Dia Bukan Remaja Lagi, Sudah Kategori Dewasa"
Dedi Mulyadi Ungkap Rencana Kirim Siswa "Nakal" ke Barak TNI demi Pulihkan Jati Diri
Gubernur Dedi Mulyadi Mediasi Pertemuan TSI dengan Eks Pemain Sirkus OCI