• Sabtu, 18 April 2026

Ledakan Dahsyat! Gunung Lewotobi Meletus Usai 50 Gempa Bertubi-tubi, Ini Kronologi Lengkapnya

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Senin, 23 Juni 2025 | 12:02 WIB
Foto tampak atas Gunung Lewotobi Laki-laki.  ((vsi.esdm.go.id))
Foto tampak atas Gunung Lewotobi Laki-laki. ((vsi.esdm.go.id))

WartaJatim.CO.ID - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami erupsi besar pada Selasa, 17 Juni 2025 pukul 17.35 WITA.

Letusan kali ini menjadi salah satu yang paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan kolom abu vulkanik membumbung tinggi hingga ±10.000 meter di atas puncak atau sekitar 11.584 meter di atas permukaan laut.

Menurut laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi ini disertai sebaran abu yang sangat luas.

Kolom abu berwarna kelabu pekat dan tebal itu terpantau menyebar ke hampir seluruh penjuru mata angin, mencakup wilayah utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, barat daya, barat, hingga barat laut.

Baca Juga: Aktivitas Gunung Raung Tetap di Level Waspada, Pendakian Ditutup Sementara Demi Keamanan Masyarakat

"Terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada hari Selasa, 17 Juni 2025, pukul 17:35 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ±10.000 meter di atas puncak (±11.584 meter di atas permukaan laut)," ujar Yohanes Kolli, Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, dalam keterangan resminya pada hari yang sama.

Yohanes menambahkan, abu vulkanik yang disemburkan membawa potensi ancaman serius bagi lingkungan sekitar, termasuk gangguan pernapasan, kontaminasi air bersih, dan kerusakan tanaman serta infrastruktur.

Lebih lanjut, PVMBG mencatat bahwa letusan tersebut bukan peristiwa mendadak. Tanda-tanda peningkatan aktivitas sudah terdeteksi sejak sehari sebelumnya.

Baca Juga: Ingat Bogor, Dedi Mulyadi Soroti Alih Fungsi Lahan Usai Bencana Alam

Data kegempaan pada 16–17 Juni 2025 menunjukkan aktivitas vulkanik yang mencurigakan, antara lain lima kali gempa hembusan, 18 tremor non harmonik, tiga gempa low frequency, tiga gempa hybrid, serta 52 gempa vulkanik dalam.

Bahkan, hanya dalam kurun dua jam sebelum letusan, tercatat lonjakan signifikan berupa 50 gempa vulkanik.

"Anomali kegempaan meningkat drastis menjelang erupsi. Ini mengindikasikan tekanan tinggi dari dalam gunung yang akhirnya memicu letusan," terang Yohanes.

Pemerintah daerah dan otoritas kebencanaan setempat langsung merespons dengan meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Tanggapi Pekerja yang Protes soal Izin Tambang Gunung Kuda Dicabut: Orang Lain Nangis Kehilangan Nyawa

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Tags

Terkini

X