• Sabtu, 18 April 2026

Ingat Bogor, Dedi Mulyadi Soroti Alih Fungsi Lahan Usai Bencana Alam

Photo Author
Baharudin Gia, Wartajatim.co.id
- Selasa, 4 Maret 2025 | 20:01 WIB
Potret jembatan putus akibat luapan banjir bandang di kawasan Kabupaten Bogor yang disoroti Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (X.com/@mocidesu - Instagram.com/dedimulyadi71)
Potret jembatan putus akibat luapan banjir bandang di kawasan Kabupaten Bogor yang disoroti Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (X.com/@mocidesu - Instagram.com/dedimulyadi71)

WartaJatim.CO.ID - Bencana alam berupa banjir dan longsor yang melanda beberapa titik di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini menjadi perhatian publik.

Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhendi, mengungkapkan bahwa delapan akses jalan jembatan penghubung terputus akibat hujan deras dan luapan banjir bandang dari Kali Ciliwung.

Baca Juga: Pasar Saham Indonesia Terpuruk: Sektor Perdagangan Saham Turun Semua

Dari jumlah tersebut, enam jembatan berada di kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua.

"Dari hasil rapat, ada delapan jembatan yang putus," jelas Ade Ruhendi kepada awak media saat meninjau jembatan yang rusak di Puncak Bogor pada Senin, 3 Maret 2025.

Baca Juga: Langganan Banjir, Dedi Mulyadi Usulkan Rumah Panggung 2,5 Meter untuk Warga Karawang

Menanggapi bencana yang terjadi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengalihkan fokus pada isu kerusakan lingkungan di kawasan Puncak.

Ia menilai bahwa salah satu penyebab utama bencana alam di Bogor adalah alih fungsi lahan yang semakin meluas. Wilayah yang seharusnya berfungsi sebagai daerah resapan air dan hutan kini telah berubah menjadi kawasan industri dan komersial.

Dedi juga menyoroti penyewaan lahan oleh PTPN untuk kepentingan bisnis yang dianggap mengganggu keseimbangan ekosistem di Bogor.

Baca Juga: Nikita Mirzani Penuhi Panggilan Polisi, Pilih Bungkam dan Masuk Lewat Pintu Belakang

"Fokus kita pada audit lingkungan untuk mengidentifikasi faktor penyebab, meskipun saya berasumsi bahwa kerusakan di Puncak menjadi salah satu penyebabnya," ungkap Dedi saat meresmikan pabrik sepatu di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, pada hari yang sama.

"Puncak harus dikembalikan menjadi kawasan resapan air, tempat tumbuhnya pohon, dan tempat penyimpanan air," tambahnya.

Dedi Mulyadi mendesak pemerintah pusat, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup, untuk segera mengambil tindakan dan mengembalikan Puncak ke fungsi semula.

Baca Juga: Paus Fransiskus Alami Gagal Napas Akut, Vatikan Berikan Pembaruan Terkini

"Kita harus berani mengubah ini. Saya mengajak pemerintah pusat dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk bersama-sama mengembalikan Puncak ke kondisi asalnya," tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Baharudin Gia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X