• Sabtu, 18 April 2026

Ramai Soal Kerja ke Luar Negeri, Istana Klarifikasi: Bukan Karena Indonesia Tak Punya Lapangan Kerja!

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Jumat, 11 Juli 2025 | 14:01 WIB
Foto ilustrasi mencari kerja - Istana respon WNI cari kerja di luar negeri.  (Unsplash/martenbjork)
Foto ilustrasi mencari kerja - Istana respon WNI cari kerja di luar negeri. (Unsplash/martenbjork)

WartaJatim.CO.ID - Isu seputar imbauan agar warga negara Indonesia (WNI), khususnya mahasiswa dan calon tenaga kerja, mencari pekerjaan ke luar negeri sempat menjadi perbincangan hangat. Banyak yang menilai bahwa ajakan tersebut mencerminkan minimnya lapangan kerja di dalam negeri. Namun, pemerintah dengan tegas membantah persepsi itu.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, angkat bicara untuk meluruskan polemik tersebut. Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Kwarnas, Jakarta Pusat, Selasa 8 Juli 2025, Hasan menyampaikan bahwa konteks pasar tenaga kerja kini sudah berada dalam ranah global.

“Analoginya gini, kita harus membayangkan dalam soal tenaga kerja dan pasar tenaga kerja itu sebagai bagian pasar global,” ujar Hasan.

Baca Juga: Disalahpahami! Menteri P2MI Klarifikasi Ajakan Mahasiswa Kerja ke Luar Negeri, Bukan Mengusir WNI

Hasan mencontohkan bahwa sama halnya dengan pendidikan, masyarakat Indonesia terbuka terhadap pilihan yang lebih luas. “Kalau kalian kuliah di dalam negeri, karena ada universitas-universitas dan perguruan tinggi yang baik, tapi begitu ada kesempatan ke luar negeri, pasti diambil juga,” imbuhnya.

Hasan juga menegaskan bahwa peluang kerja di dalam negeri tetap tersedia. Ia menyebut dalam periode Februari 2024 hingga Februari 2025, telah tercipta sekitar 3,6 juta lapangan kerja baru di Indonesia.

“Lapangan kerja di Indonesia ada, tapi ada pilihan di luar negeri yang menarik, ya nggak apa-apa,” ungkapnya.

Baca Juga: DPR Imbau WNI di Iran Tetap Tenang! Evakuasi Bertahap dan Hotline Darurat Segera Disiapkan Pemerintah

Budaya merantau menurut Hasan juga merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia yang sudah terbiasa. Kesempatan bekerja di luar negeri bukanlah bentuk keterpaksaan, tetapi opsi menarik yang patut diambil jika tersedia.

Isu ini mencuat setelah pernyataan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, dalam acara peresmian Migrant Center di Undip, Semarang, pada 26 Juni 2025. Saat itu, ia menyampaikan imbauan kepada mahasiswa untuk mulai berpikir mencari peluang kerja di luar negeri.

“Di Jateng ada (hampir) 1 juta (pengangguran) yang belum terserap, anda (mahasiswa) calon (tenaga kerja) yang tidak terserap, maka segera berpikir ke luar negeri,” ujar Karding kala itu.

Baca Juga: Konflik Iran-Israel Memanas, Kemlu RI: 580 WNI Terjebak di Qom dan Rafah

Pernyataan tersebut menuai berbagai tanggapan dan sempat dianggap sebagai bentuk “penelantaran” warga oleh negara. Namun Karding segera memberikan klarifikasi dalam Rakornas Kemen-P2MI di Jakarta, dua hari setelahnya.

“Saya kampanye agar anak-anak, termasuk mahasiswa, bisa berkesempatan bekerja di luar negeri. Namun, dipersepsikan dan ditulis seolah-olah saya menelantarkan orang Indonesia ke luar negeri karena tidak ada lapangan kerja,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X