Selain itu, program MBG diharapkan mampu mendorong tumbuhnya UMKM dan memperkuat ekonomi lokal di berbagai daerah.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Apresiasi Paskibraka 2025 atas Mental dan Dedikasi Luar Biasa
Agenda keempat adalah pendidikan bermutu, dengan alokasi anggaran mencapai Rp757,8 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk penyediaan beasiswa, peningkatan kualitas tenaga pendidik, pembangunan fasilitas sekolah, serta pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
Agenda kelima adalah kesehatan berkualitas, dengan total anggaran Rp244 triliun. Fokus anggaran ini ditujukan untuk peningkatan layanan kesehatan, percepatan penurunan angka stunting, penyediaan asuransi kesehatan bagi 96,8 juta jiwa masyarakat miskin dan rentan, serta pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis.
Agenda keenam adalah penguatan koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan UMKM, yang diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan murah bagi masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, sekaligus meningkatkan daya saing desa.
Baca Juga: Surabaya Gelar Upacara HUT ke-80 RI, Wali Kota Eri Apresiasi Paskibraka dan Dorong Kampung Pancasila
Agenda ketujuh adalah pertahanan semesta, yang difokuskan pada modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), penguatan industri strategis nasional, dan peningkatan kesejahteraan prajurit TNI.
Agenda kedelapan adalah percepatan investasi dan perdagangan global, yang diarahkan untuk memperkuat peran Danantara dan pihak swasta, mendorong hilirisasi industri, serta mendukung pembangunan tiga juta unit rumah, di mana sebanyak 770 ribu unit memperoleh bantuan langsung dari APBN 2026.
Dalam rancangan posturnya, RAPBN 2026 menargetkan pendapatan negara sebesar Rp3.147,7 triliun atau meningkat 9,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara belanja negara dipatok Rp3.786,5 triliun, tumbuh 7,3 persen.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Kenakan Baju Adat Minang di HUT ke-80 RI Sebagai Simbol Keberagaman
Defisit anggaran diproyeksikan sebesar Rp638,8 triliun atau setara 2,48 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Selain itu, RAPBN 2026 juga menetapkan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,4 persen, inflasi 2,5 persen, tingkat pengangguran 4,44–4,96 persen, angka kemiskinan di kisaran 6,5–7,5 persen, serta rasio gini 0,377–0,380.
Presiden Prabowo menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga APBN agar tetap sehat dan kredibel.
Langkah itu ditempuh dengan mengoptimalkan pendapatan negara, meningkatkan kualitas belanja, dan mengembangkan skema pembiayaan kreatif agar tidak hanya bertumpu pada APBN.
Artikel Terkait
Anggota DPR RI, Said Abdullah Himbau Masyarakat Untuk Tetap Tenang Perihal Distribusi LPG 3 Kg
Anggota DPR RI Alamuddin Dimyati Rois Wafat di Jawa Tengah Usai Kecelakaan Tol Pemalang-Batang
Kunjungan Forkopimda Bondowoso dan DPR RI PKB Perkuat Silaturahmi dan Pembangunan di Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen
Dikabulkan! ITB Berterima kasih: Komisi III DPR RI Menyetujui Penangguhan Mahasiswa ITB Pembuat Meme AI Jokowi Prabowo
Pemerintah Kota Batu Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Inovasi Bangga E-Lokal untuk Pengadaan 2025