• Sabtu, 18 April 2026

Polisi Periksa 7 Anggota Brimob Usai Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis Saat Demo Jakarta

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Senin, 1 September 2025 | 11:04 WIB
Konferensi pers Kepolisian terkait anggota yang terlibat dalam insiden driver ojol terlindas rantis Brimob.  (X/merapi_uncover)
Konferensi pers Kepolisian terkait anggota yang terlibat dalam insiden driver ojol terlindas rantis Brimob. (X/merapi_uncover)

WartaJatim.CO.ID - Kepolisian Republik Indonesia resmi memeriksa tujuh anggota Brimob Polda Metro Jaya yang diduga terlibat dalam insiden tewasnya driver ojek online (ojol) berinisial AK (21) saat unjuk rasa di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).

Insiden tragis ini terjadi ketika kendaraan taktis (rantis) Brimob melintas untuk membubarkan massa aksi. Bukannya meredam situasi, peristiwa tersebut justru menelan korban jiwa. AK, driver ojol yang disebut baru berusia 21 tahun, meninggal dunia setelah terlindas rantis.

Kadiv Propam Polri, Irjen Abdul Karim, menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada keluarga korban. Ia memastikan proses hukum akan berjalan secara transparan dan profesional, tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Baca Juga: PCO Soal Demo Ricuh di DPR: Bebas Berpendapat Boleh, Tapi Jangan Merusak

“Atas nama pribadi dan institusi, kami turut berduka cita atas kejadian korban meninggal. Tentu ini menjadi perhatian pimpinan dan organisasi untuk melakukan penindakan proses seadil-adilnya,” ujar Karim dalam konferensi pers di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jumat (29/8) dini hari.

Menurut Karim, tujuh anggota Brimob yang diperiksa terdiri dari Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka D. Ketujuhnya saat kejadian berada dalam satu kendaraan rantis.

“Saat ini pelaku sudah kita amankan, berjumlah tujuh orang. Pemeriksaan dilakukan gabungan dari Div Propam Mabes Polri dengan Propam Kor Brimob Polri karena ini menyangkut anggota Brimob,” terangnya.

Baca Juga: Mahfud MD Soal Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob: Jangan Salahkan Rakyat, Biang Masalah Pejabat Korup

Polisi juga telah mengamankan kendaraan rantis yang digunakan pada malam kejadian sebagai barang bukti. Hingga kini, tim gabungan masih mendalami peran masing-masing anggota yang ada di dalam kendaraan tersebut.

“Masih kita dalami siapa yang setir, siapa yang ini. Yang jelas tujuh ini ada di satu kendaraan. Kita dalami perannya masih dalam rangka pemeriksaan, akan kita update,” tegas Karim.

Peristiwa yang merenggut nyawa seorang anak muda ini menambah sorotan publik terhadap penanganan aksi unjuk rasa oleh aparat. Janji transparansi dan profesionalisme dari pihak kepolisian kini dinanti publik, khususnya keluarga korban yang kehilangan tulang punggung di usia muda.

(HCY)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X