• Sabtu, 18 April 2026

Mahfud MD Soal Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob: Jangan Salahkan Rakyat, Biang Masalah Pejabat Korup

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Senin, 1 September 2025 | 10:58 WIB
Mahfud MD menyebut ada pihak lain yang lebih bertanggung jawab terkait insiden tewasnya driver ojol dilindas rantis Brimob.  (Instagram/mohmahfudmd)
Mahfud MD menyebut ada pihak lain yang lebih bertanggung jawab terkait insiden tewasnya driver ojol dilindas rantis Brimob. (Instagram/mohmahfudmd)

WartaJatim.CO.ID - Insiden tragis yang menewaskan Affan Kurniawan (21), seorang driver ojek online (ojol) usai dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis malam (28/8/2025), menuai reaksi keras dari publik.

Menanggapi hal tersebut, Mahfud MD angkat bicara dan meminta masyarakat tetap berpikir jernih. Melalui unggahan di Instagram pada Jumat (29/8/2025), Mahfud menegaskan bahwa amarah masyarakat tidak bisa disalahkan.

Ia menilai aksi massa yang turun ke jalan merupakan wujud aspirasi dalam menegakkan keadilan. “Mereka yang demo dan marah-marah tak bisa disalahkan dan ditindak secara represif karena mereka menyampaikan aspirasi dalam penegakan keadilan,” tulis Mahfud.

Baca Juga: Kapolri Listyo Sigit Datangi RSCM, Minta Maaf ke Keluarga Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob

Meski begitu, Mahfud juga menyinggung posisi aparat lapangan menurutnya, petugas Brimob yang mengendarai rantis bisa saja panik karena terjepit antara perintah atasan dan situasi massa.

“Personel aparat berbarakuda di lapangan yang kemudian menabrak pendemo juga harus dikasihani. Mereka itu mungkin panik karena terjepit. Jika tidak tegas disalahkan oleh atasan, tetapi jika terlalu tegas berhadapan dengan massa,” ujarnya.

Alih-alih menyalahkan rakyat atau aparat, Mahfud menuding akar persoalan berada pada pejabat korup yang bermain dalam politik dan ekonomi.

Baca Juga: Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Kapolda Metro Jaya Minta Maaf dan Janji Tindak Tegas Oknum

“Yang salah adalah pejabat-pejabat korup yang memainkan politik dan ekonomi yang serakahnomics. Itu biang utamanya. Jangan benturkan aparat lapangan dengan rakyat yang menuntut dan menggunakan hak konstitusionalnya,” tegasnya.

Selain menyerukan agar publik menahan diri, Mahfud juga berpesan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental dalam situasi krisis.

“Kendorkan saraf, kencangkan urat, sehatkan badan. Setegang dan secemas apa pun membaca situasi jangan lupa berolahraga. Akal yang sehat ada di tubuh yang sehat,” tambahnya.

Baca Juga: Viral! Video Driver Ojol Ditabrak Mobil Brimob, Publik Desak Polisi Beri Klarifikasi

Sementara itu, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim memastikan bahwa pihaknya telah mengamankan 7 anggota Brimob yang berada di dalam rantis tersebut. Kendaraan barakuda yang digunakan juga sudah diamankan.

“Masih kita dalami siapa yang setir, siapa yang ini, kita dalami, yang jelas tujuh ini ada di satu kendaraan. Kita dalami perannya masih dalam rangka pemeriksaan, akan kita update,” jelas Karim dalam konferensi pers di RSCM, Jakarta, Jumat dini hari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X