• Sabtu, 18 April 2026

Dana Jumbo Rp22,7 Triliun Digelontorkan ke Bulog, Target Serap 3 Juta Ton Beras Petani di 2026

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Kamis, 4 September 2025 | 11:52 WIB
Pemerintah RI menggelontorkan dana jumbo ke Perum Bulog melalui RAPBN 2026. (X.com/PerumBULOG)  (X.com/PerumBULOG)
Pemerintah RI menggelontorkan dana jumbo ke Perum Bulog melalui RAPBN 2026. (X.com/PerumBULOG) (X.com/PerumBULOG)

 


wartajatim.co.id - Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah besar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Lewat RAPBN 2026, Perum Bulog dipastikan menerima alokasi anggaran jumbo sebesar Rp22,7 triliun dengan misi utama menyerap 3 juta ton beras petani dalam negeri.

Pengumuman itu disampaikan oleh Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO RI) melalui unggahan resmi di akun Instagram @pco.ri, pada Minggu, 24 Agustus 2025.

Dalam keterangannya, pemerintah menegaskan dana segar ini diberikan agar Bulog mampu melindungi petani sekaligus menjaga stabilitas harga pangan. “Dana Rp 22,7 triliun akan digunakan Bulog untuk melindungi petani, menyangga stok pangan, dan juga menjaga daya beli masyarakat,” tulis PCO RI dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Mentan Amran Pastikan Beras SPHP Rusak Bisa Ditukar di Bulog, Meski Kemasan Sudah Dibuka

Alokasi besar tersebut menjadi bagian dari total anggaran ketahanan pangan Rp164,4 triliun dalam RAPBN 2026. Dari jumlah itu, Bulog mendapat mandat vital untuk mengamankan stok beras nasional, di tengah ancaman krisis pangan global dan fluktuasi harga beras yang masih sering terjadi di pasar.

Selain menjalankan fungsi tradisionalnya, Bulog kini juga ditugaskan sebagai Operator Investasi Pemerintah (OIP). Status baru ini memungkinkan Bulog mengelola dana dengan skema investasi bergulir berbiaya rendah, berbeda dengan mekanisme subsidi yang selama ini digunakan.

Skema OIP ini diyakini memberi ruang lebih fleksibel bagi Bulog untuk menyerap beras dari petani tanpa menekan daya beli masyarakat. Pemerintah menilai strategi ini bisa menjaga pasokan beras tetap aman sepanjang tahun, sekaligus menahan gejolak harga.

Baca Juga: Ada Stok Beras Lebih dari Setahun di Gudang Bulog, Titiek Soeharto Desak Pemerintah Segera Keluarkan

“Kebijakan investasi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional, menjaga stabilitas harga beras, serta memastikan pemanfaatan APBN yang lebih produktif dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat,” lanjut pernyataan PCO RI.

Meski demikian, pemerintah tetap mengingatkan agar Bulog menjaga tata kelola dan efisiensi penggunaan anggaran. Efektivitas dianggap sebagai kunci agar uang triliunan rupiah itu benar-benar sampai ke petani dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Selain alokasi Rp22,7 triliun untuk Bulog, RAPBN 2026 juga mencakup anggaran pembangunan lumbung pangan dan cadangan pangan sebesar Rp53,3 triliun, serta subsidi pupuk 9,62 juta ton senilai Rp46,9 triliun. Seluruh program tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia di tahun mendatang.

(FN)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X