“Saya menyaksikan saat-saat terakhir Soeharto, kerusuhan di Jakarta, dan juga bagaimana Indonesia bangkit. Dekade 2000-an menurut saya adalah masa ketika Indonesia benar-benar bersinar,” kenangnya.
Nama Sharma sendiri dikenal luas di dunia internasional sebagai investor sekaligus penulis buku laris Breakout Nations(2012), yang banyak membahas potensi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Ketua Komisi XI DPR Soal Tunjangan Rumah Rp50 Juta: Angkanya Ditentukan Menkeu, Kami Hanya Menerima
Ia menilai kebijakan fiskal dan kuatnya konsumsi domestik kala itu membuat Indonesia menarik investasi asing. Meski demikian, Sharma menilai Indonesia tidak bisa hanya puas dengan capaian saat ini.
Ia menyarankan agar pemerintah, khususnya Menkeu, lebih berani memberi ruang bagi sektor swasta seperti yang dilakukan Tiongkok di awal kebangkitannya.
“China memberi rakyatnya banyak kebebasan untuk masuk ke berbagai bidang ekonomi, terutama sektor swasta. Dari situlah kekuatan ekonominya tumbuh,” jelas Sharma.
Ia juga menyoroti strategi pembangunan China yang pada masa awal tidak menitikberatkan pada belanja sosial, melainkan memilih fokus pada pembangunan infrastruktur.
“Mereka fokus pada investasi infrastruktur, karena itu yang menciptakan pertumbuhan masa depan,” tambahnya.
Sharma mengingatkan, jika terlalu larut dalam program bantuan sosial, Indonesia bisa terjebak pada pola serupa yang dialami negara-negara Amerika Latin, yang justru memperlambat laju pertumbuhan ekonomi. “Ini hal yang perlu diperhatikan bagi Indonesia,” ujarnya mengingatkan.
Pesan dari Sharma dan catatan dari Rhenald ini menjadi peringatan penting bagi Purbaya yang baru saja menjabat. Dengan target pertumbuhan ambisius hingga 8 persen per tahun.
Pemerintah dihadapkan pada dilema besar: apakah akan menempuh jalur berisiko dengan memperbesar belanja sosial, atau justru membuka jalan lebih lebar bagi swasta dan infrastruktur untuk mendongkrak perekonomian.
Bagi publik, pergantian Menkeu ini bukan sekadar rotasi jabatan. Lebih dari itu, langkah Purbaya akan menentukan wajah ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Artikel Terkait
Dorong Ekonomi Indonesia, Thong Guan Industries Bhd. Investasi di KIT Batang
Koreksi IHSG: Apa Artinya bagi Ekonomi Indonesia dan Investor?
Luhut Klaim Makan Bergizi Gratis Beri Dampak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Ungkap Reaksi Prabowo Saat Terima Laporan Baik MBG
Prabowo Ungkap "Blunder 30 Tahun" dan Tegaskan Kondisi Ekonomi Indonesia Masih Terkendali
Menkeu Sri Mulyani Klaim Coretax Membaik: Pemeriksaan Pajak Diperpendek, Restitusi Jauh Lebih Cepat
Misbakhun Usulkan PPN Turun Jadi 10 Persen, Yakin Bisa Ringankan Rakyat dan Dongkrak Ekonomi