• Sabtu, 18 April 2026

Negosiasi Dagang Indonesia-AS, Airlangga Hartarto Beberkan Progres Tarif Resiprokal

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Selasa, 23 September 2025 | 11:00 WIB
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut negosiasi dagang terkait tarif resiprokal Indonesia AS masih berlanjut. (Instagram/airlanggahartarto_official)   (Instagram/airlanggahartarto_official)
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut negosiasi dagang terkait tarif resiprokal Indonesia AS masih berlanjut. (Instagram/airlanggahartarto_official) (Instagram/airlanggahartarto_official)

wartajatim.co.id - Pemerintah Indonesia masih terus memperjuangkan negosiasi dagang dengan Amerika Serikat (AS) terkait penerapan tarif resiprokal. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pembahasan belum tuntas dan masih membutuhkan tindak lanjut yang bersifat mengikat.

Dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/9/2025), Airlangga mengungkapkan bahwa tim negosiasi Indonesia saat ini sedang berada di Washington untuk membicarakan detail kesepakatan.

“Tentu masih ada implementing agreement yang sedang dalam pembahasan, jadi tim sedang berada di Washington,” ujar Airlangga.

Baca Juga: PHK Massal Gudang Garam Ramai di Medsos, Menko Airlangga: Pemerintah Masih Terus Memantau

Ia menjelaskan, kesepakatan ini disusun untuk menjaga keseimbangan neraca perdagangan sesuai permintaan pemerintah AS. Karena itu, pemerintah Indonesia harus menyiapkan payung hukum berupa peraturan presiden agar perjanjian dapat segera dijalankan.

“Masih ada persiapan karena sedang dimintakan juga peraturan dari presiden, dari sini,” tambahnya.

Empat Syarat dari Amerika Serikat Airlangga turut memaparkan syarat-syarat yang diajukan AS kepada Indonesia dalam negosiasi ini.

Pertama, Indonesia tidak diperbolehkan mengenakan tarif pada produk ekspor asal Negeri Paman Sam. Kedua, Indonesia wajib membeli energi dari AS dengan nilai mencapai US$15 miliar atau sekitar Rp244 triliun.

Baca Juga: IHSG Tersungkur Pasca Reshuffle Kabinet, Menko Airlangga Pastikan Pelemahan Rupiah Bersifat Sementara

Selain itu, AS juga meminta Indonesia mengimpor produk pertanian dengan nilai sekitar US$4,5 miliar atau Rp73 triliun, serta membeli 50 unit pesawat Boeing yang sebagian besar merupakan tipe 777 untuk memperkuat armada Garuda Indonesia.

Meski sejak 7 Agustus 2025 tarif 19 persen bagi Indonesia sudah resmi berlaku, beberapa komoditas strategis seperti minyak, gas, dan pesawat masih menjadi bahan pembahasan lanjutan.

Dampak Bagi Indonesia Kesepakatan ini akan berimplikasi besar terhadap perdagangan kedua negara. Di satu sisi, Indonesia mendapat peluang memperluas akses pasar di AS, namun di sisi lain kewajiban impor energi, produk pertanian, hingga pesawat terbang dapat menekan neraca perdagangan.

Baca Juga: Satgas PHK Segera Terealisasi, Airlangga Pastikan Proses Aturan Sudah Berjalan

Airlangga menegaskan, pemerintah akan berhati-hati dalam merumuskan langkah lanjutan agar kepentingan nasional tetap terjaga. Nilai perdagangan Indonesia-AS sudah berada pada level yang signifikan, meski angka pada beberapa komoditas bersifat fluktuatif karena permintaan pasar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X