Ia juga menyinggung adanya dugaan praktik “dapur fiktif” yang muncul akibat lemahnya pengawasan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP). Kondisi ini, katanya, membuat program rawan disalahgunakan.
Menanggapi kritik tersebut, Prasetyo tak menampik bahwa program MBG masih menyisakan catatan penting. Distribusi yang belum sepenuhnya rapi serta pengawasan yang masih perlu diperkuat menjadi tantangan tersendiri.
“Bahwa masih ada catatan-catatan, ya betul kita akui. Dan akan kita terus berkomunikasi untuk terus kita perbaiki,” tuturnya.
Prasetyo juga memastikan bahwa evaluasi akan terus dilakukan. Pemerintah, kata dia, tidak menutup diri terhadap masukan dari berbagai pihak selama hal itu bertujuan memperbaiki kualitas program.
Di tengah beragam usulan, pemerintah tetap berpegang pada tujuan utama MBG, yaitu memastikan anak-anak memperoleh asupan makanan bergizi. “Kita terus perbaiki, karena tujuannya agar anak-anak tetap mendapatkan makanan bergizi dan sehat,” pungkas Prasetyo.
Baca Juga: Program MBG Lumajang Tingkatkan Akses Makanan Bergizi bagi Anak, Ibu Hamil, dan Balita
Dengan dinamika yang terjadi, publik kini menanti langkah perbaikan lanjutan dari pemerintah. Apakah program MBG akan tetap berjalan dengan skema awal atau mengalami penyesuaian ke depan, hal itu akan sangat menentukan efektivitas upaya negara dalam memperkuat fondasi kesehatan generasi muda.
(CN)
Artikel Terkait
DPR Soroti Menu MBG yang Masih Bahan Mentah: Dinilai Mirip Program Sembako dan Bentuk Pengalihan Tanggung Jawab
Pembagian MBG Mentah di Tangsel Picu Polemik, Kepala BGN: Belum Ada Aturan, Tidak Boleh Sepihak!
Prabowo Minta Polisi Lanjutkan Perjuangan: Turun ke Rakyat, Dukung Program MBG, dan Dengarkan Jeritan Warga
Siswa Temukan Belatung di Lauk MBG Tuban, Video Viral dan Picu Reaksi Warganet
Siswa Banyak Keracunan MBG, Sufmi Dasco Minta BGN Perketat Pengawasan
Raker DPR, Menperin Minta Tambahan Rp1,46 Triliun untuk Biayai 222 Program Strategis Kemenperin 2026