• Sabtu, 18 April 2026

DPR Kritik Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Tetap Pertahankan Skema Distribusi Makanan

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Jumat, 26 September 2025 | 09:47 WIB
Istana buka suara terkait usulan DPR mengganti MBG jadi uang tunai.   ((indonesia.go.id))
Istana buka suara terkait usulan DPR mengganti MBG jadi uang tunai. ((indonesia.go.id))

 

WartaJatim.CO.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah kembali menuai sorotan. Meski digulirkan untuk memperbaiki kualitas gizi anak-anak usia dini, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala. Kritik hingga usulan perombakan skema pun terus berdatangan, terutama dari kalangan legislatif.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menanggapi ramainya wacana perubahan konsep MBG yang akhir-akhir ini diperbincangkan publik. Ia menegaskan bahwa meski banyak ide bermunculan, pemerintah tetap menganggap distribusi makanan siap santap merupakan pilihan paling sesuai saat ini.

“Kalau ide kan dari dulu banyak ya. Dan bukan berarti ide ini tidak baik, atau ide yang satu lebih baik, tidak,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (19/9/2025).

Baca Juga: Menkeu Purbaya Soroti Lemahnya Serapan MBG, Kepala BGN Diminta Rutin Laporan Publik

Ia menambahkan, konsep distribusi makanan siap saji tetap dianggap pemerintah sebagai mekanisme terbaik untuk memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang merata.

“Konsep yang sekarang dijalankan itulah yang dianggap pemerintah terbaik untuk saat ini,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut.

Meski pemerintah bertahan pada skema awal, kritik tajam tetap dilontarkan oleh sebagian anggota DPR.

Baca Juga: Heboh Food Tray MBG Impor Diduga Mengandung Babi, IPNU Desak Pemerintah Hentikan Produk China

Salah satunya datang dari Charles Honoris, legislator PDI Perjuangan, yang menilai rantai distribusi makanan dalam program MBG terlalu panjang sehingga berisiko mengurangi kualitas gizi dan keamanan.

Menurut Charles, bahan baku makanan kerap dipersiapkan sejak malam, kemudian dimasak dini hari, dan baru tiba di sekolah menjelang siang. “Proses tersebut berpotensi meningkatkan kontaminasi bakteri,” ungkapnya.

Lebih jauh, Charles mengusulkan agar program MBG diganti dengan pemberian bantuan tunai langsung kepada orang tua siswa. Skema ini, menurutnya, lebih efisien sekaligus transparan.

Baca Juga: Ompreng MBG Disorot, BGN Janji Tarik dan Ganti Jika Hasil Uji Temukan Kandungan Minyak Babi

“Kalau orang tua yang menyiapkan sendiri, kualitas gizi dan keamanan makanannya lebih bisa dipastikan,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X