WartaJatim.CO.ID - Nama Hasan Nasbi kembali mencuri perhatian publik setelah dirinya resmi mengakhiri masa jabatan sebagai Kepala Kantor Komunikasi Presiden atau Presidential Communication Office (PCO).
Lewat unggahan di akun resmi Instagram @pco.ri pada Kamis, 18 September 2025, Hasan berpamitan kepada rekan-rekannya sekaligus menyampaikan rasa syukur dan permintaan maaf.
“Teman-teman dari Presidential Communication Office yang saya banggakan. Saya bangga bisa melewati satu tahun yang tidak mudah bersama kalian,” tulis Hasan dalam unggahan tersebut. Ia kemudian menambahkan, “Saya minta maaf kalau selama memimpin kalian ada banyak salah. Terima kasih semuanya.”
Baca Juga: BBM SPBU Swasta Kosong Meski Kuota Impor Naik 10%, Bahlil: Kalau Kurang Silakan Beli di Pertamina
Meski tak lagi menjabat di lingkaran komunikasi kepresidenan, karier Hasan tidak berhenti di situ. Pria kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 11 Oktober 1979 ini justru mendapat amanah baru di salah satu perusahaan pelat merah strategis. Hasan resmi ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero).
Penunjukan Berdasarkan Keputusan Pemegang Saham
Kabar ini dikonfirmasi oleh VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, yang menyebut bahwa penunjukan Hasan telah ditetapkan lebih awal, bahkan sebelum ia dilepas dari kursi Kepala PCO.
“Mengacu salinan keputusan para pemegang saham perusahaan, Bapak Hasan Nasbi ditetapkan sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero) per tanggal 11 September 2025,” ujar Fadjar dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 20 September 2025.
Baca Juga: PCO Soal Demo Ricuh di DPR: Bebas Berpendapat Boleh, Tapi Jangan Merusak
Keputusan ini merujuk pada Keputusan Menteri BUMN bersama Direktur Utama PT Danantara Asset Management selaku pemegang saham Pertamina. Melalui SK-247/MBU/09/2025 dan SK.055/DI-DAM/DO/2025, Hasan resmi menjadi bagian dari jajaran komisaris Pertamina.
Dari Jurnalis hingga Konsultan Politik
Perjalanan karier Hasan terbilang panjang dan berliku. Lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) tahun 2004 ini sempat mengawali langkah profesionalnya di dunia jurnalistik pada 2005–2006.
Setelah itu, ia beralih menjadi peneliti di Pusat Kajian Politik (Puskapol) UI pada 2006–2008. Dari sinilah jejaring akademik serta analisis politiknya kian matang. Namanya mulai akrab terdengar di kancah politik nasional ketika aktif sebagai konsultan survei dan strategi.
Artikel Terkait
Kepala PCO Hasan Nasbi Pastikan Stairlift Sementara di Candi Borobudur Tidak Merusak Warisan Budaya
Kementerian ESDM Resmi Tunjuk Pertamina untuk Laksanakan Kebijakan LPG Satu Harga Mulai 2026
Diangkat Menjadi Komisaris PT Pertamina Patra Niaga, Siapa itu Tina Talisa?
Geger! Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina Tembus Rp285 Triliun, Naik Tajam!
Pertamina dan PLN Gandeng Danantara Kembangkan 1.130 MW Energi Panas Bumi Melalui Geothermal
Ledakan Dahsyat Sumur Minyak Pertamina Subang! Kebocoran Gas Sebabkan Dua Petugas Terluka