WartaJatim.co.id - Menanggapi wacana pembentukan dinas ekonomi kreatif di Jawa Timur dan di Kota Malang, Koordinator Teknologi dan Ekraf Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Malang Raya, Arvendo Mahardika, mengingatkan agar media siber tidak tersisih dari pembahasan.
Menurutnya, outlet berita online berkontribusi nyata dalam ekosistem kreatif sehingga harus masuk dalam rancangan kebijakan.
Ia menegaskan posisi media siber berada di subsektor Penerbitan dalam kerangka 17 subsektor ekonomi kreatif.
Baca Juga: Bukan Main! SMSI Bawa Misi Besar Media Siber Lokal di Hari Kebebasan Pers Sedunia 2025
“Kadang masyarakat dan bahkan pemangku kebijakan lebih mengenal subsektor seperti kuliner, fashion, atau musik. Padahal media siber juga bagian dari ekraf, dengan produk utama berupa karya jurnalistik digital,” kata Arvendo saat ditemui pada Senin, 29 September 2025.
Alumnus S-1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang dan S-2 Manajemen Inovasi Universitas Ma Chung tersebut menilai peran media daring tidak berhenti pada penyebaran informasi.
“Penerbitan dalam konteks ekraf tidak hanya merujuk pada media cetak. Media online adalah bentuk evolusi penerbitan di era digital, dan harus mendapat tempat dalam kebijakan maupun dukungan pemerintah,” jelas Arvendo.
Arvendo yang juga Sekretaris Jaringan Pemred Promedia Jatim menambahkan, pengelolaan urusan media sebaiknya tidak hanya dipersempit pada ranah Komunikasi Digital (Komdigi) atau Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim).
Baca Juga: Pemkab Malang Siap Bentuk Bidang Ekraf, Dapat Dukungan dari Menparekraf RI
“Media juga merupakan bagian dari ekosistem ekonomi kreatif, karena medianya adalah karya kreatif itu sendiri. Jadi, pembinaan dan pengembangan media sudah seharusnya juga menjadi perhatian dalam ranah ekraf,” ujarnya.
Ia menggarisbawahi fungsi media sebagai katalis bagi subsektor kreatif lainnya.
“Tanpa media, subsektor lain sulit mendapatkan sorotan publik. Media adalah jembatan agar kuliner, musik, film, fashion, hingga aplikasi lokal bisa dikenal dan maju." tutur Arvendo.
"Karena itu, keberadaan media juga harus diperhatikan kesejahteraannya, agar ekosistem kreatif tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” sambungnya.
Baca Juga: Arvendo Mahardika Sekjen JPP Dorong Jurnalisme Berkualitas Harus Jadi Pijakan di Era Homeless Media
Artikel Terkait
Sukses Tembus Pasar Global, CEO Defix Garment Raih Penghargaan Tokoh Muda Inspiratif dari SMSI Malang Raya Award 2025
SMSI Jatim Gaet Kemendikdasmen untuk Perkuat Literasi Guru dan Siswa Lewat Kolaborasi
Galih Tri Pamungkas Owner Reven Leather Raih Tokoh Muda Inspiratif di SMSI Malang Raya Award 2025, Buktikan Desa Bisa Jadi Pusat Ekonomi Kreatif
2.670 Media Online Bergerak! SMSI Siap Bersinergi dengan Polri Jaga Demokrasi dan Keamanan Jelang HUT Bhayangkara ke-79
SRC dan SMSI Jatim Bareng-bareng Sowan ke Rektor UB Prof. Widodo, Ada Apa?
SMSI Kukuhkan Komitmen Supremasi Hukum Lewat Konvensi Nasional 2025, Sejumlah Tokoh Dapat Anugerah Sahabat Pers