• Sabtu, 18 April 2026

SMSI Jatim Gaet Kemendikdasmen untuk Perkuat Literasi Guru dan Siswa Lewat Kolaborasi

Photo Author
Arvendo Mahardika, Wartajatim.co.id
- Rabu, 21 Mei 2025 | 16:58 WIB
Audiensi SMSI Jatim dan Kemendikdasmen bahas peningkatan literasi serta sistem penerimaan siswa baru tahun 2025. (Foto: Dok. SMSI Jatim)
Audiensi SMSI Jatim dan Kemendikdasmen bahas peningkatan literasi serta sistem penerimaan siswa baru tahun 2025. (Foto: Dok. SMSI Jatim)

WartaJatim.CO.ID - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Timur terus memperluas jalinan kerja sama strategis demi mendorong peningkatan literasi nasional.

Kali ini, SMSI Jatim mengadakan audiensi dengan Kementerian Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Kemendikdasmen) pada Selasa, 20 Mei 2025 malam di Jakarta.

Kunjungan tersebut diwakili oleh Ketua SMSI Jatim, Sokip, dan Sekretaris Tarmuji, dan diterima langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto.

Baca Juga: Dear Hongrang: Drama Misteri Romantis Lee Jae Wook dan Jo Bo Ah yang Mengguncang Netflix

Dalam pertemuan ini, SMSI Jatim menyampaikan pentingnya kolaborasi dengan Kemendikdasmen guna mendorong minat baca di kalangan pelajar serta memperkuat peran guru dalam mendampingi proses literasi.

Hasil penilaian Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2022 menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat ke-70 dari 80 negara dalam kategori literasi membaca, dengan skor 359.

Posisi ini masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

“Rendahnya literasi menjadi keprihatinan kita semua, maka kolaborasi antar stake holder menjadi keniscayaan yang harus kita lakukan,” ujar Sokip, yang juga Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur itu.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Akui Senang Dijuluki Gubernur Konten Ketimbang Jadi Kepala Daerah yang Molor

Sokip juga menyoroti tantangan literasi yang semakin kompleks akibat disrupsi teknologi.

Berdasarkan data dari lembaga riset, pada tahun 2024 masyarakat Indonesia tercatat menghabiskan waktu lebih dari enam jam per hari menggunakan gawai, tetapi hanya membaca rata-rata lima buku dalam satu tahun.

Dirjen Gogot menyambut baik ajakan SMSI Jatim untuk bersinergi meningkatkan literasi.

Ia menyebut bahwa berbagai fasilitas dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di Jawa Timur siap dimanfaatkan untuk mendukung inisiatif tersebut.

Baca Juga: Menekan Tindakan Korupsi, KPK Diskusi Ajukan Dana Partai Politik dari APBN

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Arvendo Mahardika

Sumber: WartaJatim.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X