WartaJatim.CO.ID - Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan tindak cepat menyusul rentetan kasus keracunan yang terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Setibanya dari kunjungan luar negeri, Prabowo menyatakan akan memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan sejumlah pejabat untuk membahas penyebab serta langkah perbaikan program yang menelan 5.914 korban hingga 25 September 2025.
Prabowo menegaskan kasus ini merupakan masalah serius namun menekankan optimisme bahwa pemerintah mampu menemukan solusi.
“Saya baru dari luar negeri 7 hari saya monitor ada perkembangan itu. Habis ini saya langsung akan panggil Kepala BGN…,” ujarnya saat berada di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Presiden juga memperingatkan agar insiden tidak dijadikan bahan politisasi karena tujuan MBG adalah memastikan anak-anak memperoleh gizi yang layak.
Menanggapi peristiwa tersebut, BGN — melalui Wakil Kepala Nanik S. Deyang — telah menyampaikan permintaan maaf publik dan mengakui tanggung jawab pelaksanaan program.
Nanik menjelaskan bahwa niat program adalah memenuhi kebutuhan gizi anak-anak demi mencetak generasi sehat, namun mengakui adanya kelemahan operasional dan kemungkinan pelanggaran SOP pada mitra dapur.
“Nawaitu Presiden adalah ingin membantu anak-anak terpenuhi gizinya agar menjadi generasi emas,” kata Nanik dalam jumpa pers, sambil menyatakan penyesalan mendalam atas kejadian ini. Sebagai langkah cepat, BGN membentuk Tim Investigasi Khusus yang dipimpin oleh Nanik.
Baca Juga: Ratusan Siswa Keracunan Massal MBG di 6 Daerah, Publik Desak Evaluasi Program Makanan Gratis
Tim ini mengumpulkan pakar kimia, farmasi, dan tenaga kesehatan untuk menelusuri proses memasak, kualitas bahan baku, sanitasi, dan prosedur distribusi pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
BGN juga berjanji memperketat verifikasi dapur SPPG: inspeksi lapangan akan dilakukan satu per satu, dan dapur yang tidak memenuhi syarat akan ditutup.
Data BGN menunjukkan kasus tersebar di tiga wilayah besar: Wilayah I (Sumatra) tercatat 1.307 orang, Wilayah II (Jawa) 3.610 orang, dan Wilayah III (Kalimantan–Sulawesi–Timur) 997 orang.
Lima daerah dengan jumlah korban terbanyak adalah Bandar Lampung (503), Kabupaten Lebong/Bengkulu (467), Bandung Barat (411), Banggai Kepulauan (339), dan Kulon Progo (305).
Artikel Terkait
Siswa Banyak Keracunan MBG, Sufmi Dasco Minta BGN Perketat Pengawasan
PPATK Luncurkan Detak MBG: Sistem Baru Kawal Dana Program Makan Bergizi Gratis Agar Bebas Penyalahgunaan
BPS Lumajang Dorong Penguatan Data, Pengawasan Pangan, dan Sinergi Lintas Sektor untuk Dukung Keberhasilan Dapur Umum MBG
Ompreng MBG Disorot, BGN Janji Tarik dan Ganti Jika Hasil Uji Temukan Kandungan Minyak Babi
Heboh Food Tray MBG Impor Diduga Mengandung Babi, IPNU Desak Pemerintah Hentikan Produk China