• Sabtu, 18 April 2026

Keracunan MBG Tembus 5.914 Korban: Prabowo Panggil Kepala BGN dan Perintahkan CCTV, Rapid Test, serta Tutup Dapur Tak Layak

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Senin, 29 September 2025 | 15:03 WIB
Presiden Prabowo panggil Kepala BGN hingga penyelesaiannya untuk atasi kasus keracunan MBG.  (Instagram/badangizinasional.ri)
Presiden Prabowo panggil Kepala BGN hingga penyelesaiannya untuk atasi kasus keracunan MBG. (Instagram/badangizinasional.ri)

WartaJatim.CO.ID - Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan tindak cepat menyusul rentetan kasus keracunan yang terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Setibanya dari kunjungan luar negeri, Prabowo menyatakan akan memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan sejumlah pejabat untuk membahas penyebab serta langkah perbaikan program yang menelan 5.914 korban hingga 25 September 2025. 

Prabowo menegaskan kasus ini merupakan masalah serius namun menekankan optimisme bahwa pemerintah mampu menemukan solusi.

“Saya baru dari luar negeri 7 hari saya monitor ada perkembangan itu. Habis ini saya langsung akan panggil Kepala BGN…,” ujarnya saat berada di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Baca Juga: Kasus Keracunan MBG Tembus 5.914 Korban, Prabowo Panggil Kepala BGN: “Ini Masalah Besar, Harus Segera Selesai”

Presiden juga memperingatkan agar insiden tidak dijadikan bahan politisasi karena tujuan MBG adalah memastikan anak-anak memperoleh gizi yang layak. 

Menanggapi peristiwa tersebut, BGN — melalui Wakil Kepala Nanik S. Deyang — telah menyampaikan permintaan maaf publik dan mengakui tanggung jawab pelaksanaan program.

Nanik menjelaskan bahwa niat program adalah memenuhi kebutuhan gizi anak-anak demi mencetak generasi sehat, namun mengakui adanya kelemahan operasional dan kemungkinan pelanggaran SOP pada mitra dapur.

“Nawaitu Presiden adalah ingin membantu anak-anak terpenuhi gizinya agar menjadi generasi emas,” kata Nanik dalam jumpa pers, sambil menyatakan penyesalan mendalam atas kejadian ini.  Sebagai langkah cepat, BGN membentuk Tim Investigasi Khusus yang dipimpin oleh Nanik.

Baca Juga: Ratusan Siswa Keracunan Massal MBG di 6 Daerah, Publik Desak Evaluasi Program Makanan Gratis

Tim ini mengumpulkan pakar kimia, farmasi, dan tenaga kesehatan untuk menelusuri proses memasak, kualitas bahan baku, sanitasi, dan prosedur distribusi pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

BGN juga berjanji memperketat verifikasi dapur SPPG: inspeksi lapangan akan dilakukan satu per satu, dan dapur yang tidak memenuhi syarat akan ditutup. 

Data BGN menunjukkan kasus tersebar di tiga wilayah besar: Wilayah I (Sumatra) tercatat 1.307 orang, Wilayah II (Jawa) 3.610 orang, dan Wilayah III (Kalimantan–Sulawesi–Timur) 997 orang.

Lima daerah dengan jumlah korban terbanyak adalah Bandar Lampung (503), Kabupaten Lebong/Bengkulu (467), Bandung Barat (411), Banggai Kepulauan (339), dan Kulon Progo (305).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X