Presiden Prabowo bahkan memberi arahan khusus agar seluruh SPPG melakukan sterilisasi alat makan dengan pemanas yang mampu mencapai suhu 120 derajat.
“Belum semua air di SPPG punya sanitasi baik. Ada yang belum siap menggunakan air panas untuk mencuci peralatan makan,” kata Dadan.
Selain itu, ia menginstruksikan penggunaan air galon untuk memasak serta air yang telah disaring untuk mencuci peralatan.
Dua Sertifikasi Keamanan Pangan
Sebagai langkah koreksi, BGN akan memberlakukan dua sertifikasi keamanan pangan di SPPG: Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) yang dikeluarkan lembaga independen, dan Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS) oleh Kementerian Kesehatan.
Dadan menegaskan bahwa penutupan SPPG yang bermasalah akan bersifat sementara hingga unit tersebut mampu menyesuaikan standar yang ditetapkan.
Baca Juga: Wartawan Diduga Dianiaya Saat Liput MBG Pasar Rebo, Program Pemerintah Kembali Tuai Kontroversi
“Penutupan bersifat sementara itu tidak terbatas, tergantung dari kecepatan SPPG melakukan penyesuaian diri dan menunggu hasil investigasi,” tegasnya.
Rapat kerja ini menandai upaya serius DPR RI bersama pemerintah dalam memperbaiki jalannya program MBG agar insiden serupa tidak kembali terulang.
(HCY)
Artikel Terkait
Program MBG Disorot Usai Kasus Keracunan Massal, Pemerintah Janji Perbaikan Menu dan Pengawasan
Presiden Prabowo Bongkar Parahnya Korupsi, Sentil Elite Kalah Cerdik, hingga Klaim Selamatkan Rp300 T untuk MBG
Menkes Budi Gunadi Sadikin Ungkap Strategi Baru Atasi Keracunan MBG: SPPG Wajib SLHS, Puskesmas Ikut Awasi
Said Abdullah Usul Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG usai 5.620 Siswa Keracunan
Tragedi Keracunan Massal MBG di KBB: Fakta Bakteri Pembusuk hingga Usulan Dapur Sekolah
Evaluasi MBG: DPR Tekankan Perbaikan Sanitasi, Usul Kantin Sekolah Jadi Dapur Aman Bergizi