Bangun Kepercayaan Publik
Dadan menegaskan bahwa sertifikasi ini bukan sekadar formalitas administratif. Lebih dari itu, langkah ini menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk menjamin keamanan pangan bagi masyarakat penerima MBG.
“Ini bukan sekadar aturan administratif, tetapi bagian dari upaya negara memberikan jaminan bahwa makanan yang dibagikan aman, sehat, dan berkualitas,” tegasnya.
Ia menambahkan, meski persyaratan sertifikasi cukup ketat, pemerintah tetap mendorong agar seluruh dapur MBG segera menyesuaikan diri.
“Kalau semua syarat ini terpenuhi, manfaatnya bukan hanya untuk mendukung program MBG, tapi juga meningkatkan kapasitas dapur-dapur ini secara jangka panjang,” jelas Dadan.
Dengan penerapan standar ganda — keamanan, kebersihan, dan halal — pemerintah berharap program Makan Bergizi Gratis tak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi teladan dalam penerapan sistem pangan nasional yang sehat dan berkelanjutan.
(HCY)
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Bongkar Parahnya Korupsi, Sentil Elite Kalah Cerdik, hingga Klaim Selamatkan Rp300 T untuk MBG
Menkes Budi Gunadi Sadikin Ungkap Strategi Baru Atasi Keracunan MBG: SPPG Wajib SLHS, Puskesmas Ikut Awasi
Said Abdullah Usul Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG usai 5.620 Siswa Keracunan
Tragedi Keracunan Massal MBG di KBB: Fakta Bakteri Pembusuk hingga Usulan Dapur Sekolah
Evaluasi MBG: DPR Tekankan Perbaikan Sanitasi, Usul Kantin Sekolah Jadi Dapur Aman Bergizi