Sebelum menjabat sebagai Deputi di Kemenko PMK, Prof. Ojat sempat memimpin Universitas Terbuka (UT), di mana ia mendorong berbagai inovasi digital dan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di seluruh penjuru Tanah Air.
Kini, ia berperan aktif dalam merumuskan kebijakan peningkatan kualitas pendidikan dan kebudayaan di tingkat nasional.
Baca Juga: DPR Soroti Program Makan Bergizi Gratis: Belum Tepat Sasaran, Cucu Mahfud MD Jadi Korban
Inspirasi dari Sumedang untuk Indonesia
Sebagai putra daerah, Ojat mengaku bangga bisa membawa semangat kampung halamannya dalam setiap kebijakan yang ia jalankan.
“Sebagai putra Sumedang, saya merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi bagi bangsa. Apa yang saya pelajari dan alami sejak kecil di tanah kelahiran, saya jadikan semangat untuk menghadirkan kebijakan yang bermanfaat bagi seluruh anak Indonesia,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis harus dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk membangun generasi cerdas dan sehat yang akan membawa Indonesia menuju era keemasan.
“Program Makanan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas kesehatan anak, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Dengan visi tersebut, pemerintah diharapkan terus memperkuat tata kelola MBG agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas, terutama anak-anak di pelosok negeri.
(HCY)
Artikel Terkait
Dapur MBG Panakkukang Makassar Tutup, Ratusan Siswa Kehilangan Makan Gratis dan 50 Pekerja Dirumahkan
Menkeu Purbaya Ultimatum BGN: Anggaran MBG Tak Terserap Oktober Akan Ditarik, Presiden Prabowo Restui
BGN Bantah Isu 5.000 Dapur MBG Fiktif, Ungkap Sebenarnya Hanya Usulan yang “Rollback”
Kasus Keracunan MBG Makin Marak, DPR Bongkar Fakta Mengejutkan: 18 dari 19 SPPG Bermasalah Tak Punya Sertifikat
Demi Lancarkan Distribusi MBG, Pemerintah Bagi-Bagi Insentif: Guru Rp100 Ribu, Kader KB hingga TPK Dapat Tambahan