• Sabtu, 18 April 2026

Efisiensi Anggaran ala Menkeu Purbaya vs Sri Mulyani: Dua Cara Berbeda Menuju Fiskal yang Stabil

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Kamis, 16 Oktober 2025 | 16:56 WIB
Menyoroti perbedaan konsep efisiensi Menkeu Purbaya dengan Sri Mulyani dalam mengelola anggaran negara.  (Dok. Kemenkeu)
Menyoroti perbedaan konsep efisiensi Menkeu Purbaya dengan Sri Mulyani dalam mengelola anggaran negara. (Dok. Kemenkeu)

Pendekatan Berbeda dari Sri Mulyani

Sementara itu, Sri Mulyani sebelumnya menekankan efisiensi melalui pemangkasan belanja dalam APBN. Hal ini tertuang dalam PMK Nomor 57 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pelaksanaan Efisiensi Belanja, yang menargetkan penghematan pada belanja barang, belanja modal, dan jenis belanja lainnya.

Baca Juga: Rp200 Triliun Mengalir ke Bank Himbara, Gebrakan Purbaya Disebut Berbeda Jauh dari Sri Mulyani Menurut Ekonom Senior

“Kita masih akan perlu memonitor berbagai langkah-langkah efisiensi. Dan dari hati-hati tersebut tentu nanti penyusunan APBN 2026 akan menggunakan evaluasi tahun ini,” ujar Sri Mulyani usai rapat paripurna DPR RI, 20 Mei 2025 lalu.

Dengan begitu, Sri Mulyani lebih menekankan pada pengendalian defisit melalui pemotongan langsung anggaran belanja.

Dua Gaya, Satu Tujuan

Meski berbeda pendekatan, baik Purbaya maupun Sri Mulyani memiliki visi yang sama: menjaga stabilitas fiskal RI.

Baca Juga: Purbaya Pangkas DBH Jakarta Rp15 Triliun, Pramono Anung Legawa dan Siapkan Strategi Efisiensi

Sri Mulyani menahan belanja untuk menekan defisit, sedangkan Purbaya memastikan dana tetap mengalir agar tidak menumpuk dan menimbulkan beban bunga. Dengan arah baru ini, Purbaya membuka babak baru tata kelola fiskal — efisiensi tanpa pemangkasan.

(DP)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X