• Sabtu, 18 April 2026

Bank Dunia Soroti Maraknya Pekerja Informal, Menkeu Purbaya: Lulusan S1 Tak Perlu Khawatir!

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Senin, 20 Oktober 2025 | 11:17 WIB
Menkeu Purbaya respons laporan Bank Dunia soal pekerja informal di Indonesia.   (Instagram/menkeuri)
Menkeu Purbaya respons laporan Bank Dunia soal pekerja informal di Indonesia. (Instagram/menkeuri)

wartajatim.CO.ID — Sorotan terhadap meningkatnya jumlah pekerja informal di Indonesia kembali mencuat usai laporan Bank Dunia menyebutkan banyak anak muda di Tanah Air yang kesulitan memperoleh pekerjaan tetap.

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta para sarjana baru dan pencari kerja muda untuk tidak cemas. Pemerintah, kata dia, tengah menyiapkan program magang berbayar guna membantu lulusan S1 memperoleh pengalaman profesional sebelum memasuki dunia kerja.

“Itu (kuota) 20 ribu orang pertama. Nanti kalau keserap, tambah lagi 20 ribu, sampai targetnya 100 ribu. Jadi, nggak usah takut teman-teman yang cari kerja, yang S1, yang sekarang baru lulus,” ujar Purbaya di Kantor LPS, Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Baca Juga: DPR Sentil Menkeu Purbaya: Fokus ke Ekonomi, Kurangi Komentar soal Kementerian Lain

Menurutnya, program ini akan dilaksanakan bertahap agar dana terserap dengan baik dan sesuai kebutuhan pasar kerja. Ia juga optimistis perusahaan akan antusias karena mendapatkan tenaga kerja yang siap beradaptasi di lapangan.

“Perusahaan pasti tertarik pakai program itu, pada dasarnya tenaga kerja gratis untuk mereka. Ini untuk melatih tenaga kerja yang baru lulus agar lebih terekspos ke pekerjaan di lapangan,” imbuhnya.

Purbaya menegaskan, langkah ini menjadi salah satu cara pemerintah memperkuat daya saing tenaga kerja muda Indonesia. Selain menambah pengalaman, peserta magang juga berpeluang memperluas jaringan profesional yang dapat membuka kesempatan kerja baru.

“Saya nggak mau kasih banyak-banyak, karena biasanya kebanyakan nanti nganggur duitnya,” ujarnya menambahkan soal penyaluran dana program tersebut.

Baca Juga: Menaker Yassierli Akui Target 19 Juta Lapangan Kerja Tak Mudah, Soroti Seleksi Masuk Kerja yang Diskriminatif

Pertumbuhan Ekonomi Melambat Jadi Pemicu

Dalam kesempatan terpisah, Purbaya menjelaskan bahwa maraknya pekerjaan informal di Indonesia tidak lepas dari perlambatan pertumbuhan ekonomi beberapa waktu terakhir.

“Kerjaan informal meningkat karena growth-nya lambat kan kemarin-kemarin. Kalau kita ciptakan growth yang lebih cepat, nanti yang informal-informal itu pelan-pelan akan berkurang, masuk ke formal,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah kini berupaya membalikkan arah pertumbuhan ekonomi agar lapangan kerja formal lebih banyak tersedia.

“Kalau pertumbuhan ekonomi penganggurannya gede tapi track record-nya nggak besar, berarti masuk ke informal kan. Itu yang kita ubah, karena kadang-kadang income-nya nggak menentu,” tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X