• Sabtu, 18 April 2026

Tegas! Prabowo Siap Copot Menteri Bandel, Ungkap Aturan “3 Kali Peringatan” di Kabinet Merah Putih

Photo Author
Novi Embun Tristiani, Wartajatim.co.id
- Kamis, 23 Oktober 2025 | 11:41 WIB
Menyoroti langkah Presiden RI, Prabowo Subianto dalam kebijakan reshuffle atau penggantian menteri di Kabinet Merah Putih.   (Instagram.com/@prabowo)
Menyoroti langkah Presiden RI, Prabowo Subianto dalam kebijakan reshuffle atau penggantian menteri di Kabinet Merah Putih. (Instagram.com/@prabowo)

Ultimatum Prabowo ini disampaikan di tengah catatan reshuffle yang telah terjadi tiga kali sepanjang satu tahun pemerintahannya.

Sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, Prabowo sudah beberapa kali merombak jajaran menteri sebagai bagian dari evaluasi kinerja kabinet.

“Demi Allah saya bersumpah akan setia kepada UUD 1945 serta menjalankan segala peraturan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Brian saat dilantik di Istana Negara, Jakarta.

 Baca Juga: Visi Besar Prabowo: BUMN Efisien, Profesional, dan Siap Bersaing dengan Standar Global!

Langkah besar berikutnya terjadi pada September 2025. Dalam reshuffle kedua, Prabowo mengganti lima menteri sekaligus, termasuk tokoh senior seperti Sri Mulyani, Budi Gunawan, dan Dito Ariotedjo.

Mereka digantikan oleh wajah baru seperti Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan) dan Mukhtarudin (Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia).

Perombakan untuk Efisiensi dan Konsolidasi

Reshuffle ketiga dilakukan pada 17 September 2025, menjelang peringatan satu tahun pemerintahan.

Erick Thohir yang semula menjabat Menteri BUMN dipindahkan menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga.

Baca Juga: Bukan Hanya Pemerataan, Ini Alasan Pemerintah Bangun Sekolah Garuda Lebih Banyak di Luar Pulau Jawa

Selain itu, posisi Menko Polhukam yang sempat kosong diisi oleh Djamari Chaniago, serta beberapa jabatan wakil menteri baru diperkenalkan.

Langkah-langkah tersebut mencerminkan upaya Prabowo memperkuat efektivitas birokrasi dan menyesuaikan struktur pemerintahan dengan arah kebijakan ekonomi-politik ke depan.

Melalui serangkaian reshuffle dan peringatan keras kepada menteri, Presiden menegaskan bahwa loyalitas, kinerja, dan integritas menjadi tolok ukur utama bagi siapa pun yang menduduki kursi kabinet.

 Baca Juga: Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Menkeu Purbaya Ungkap Ekonomi Tumbuh dan PPN 2026 Berpotensi Turun

“Saya ingin semua menteri bekerja untuk rakyat, bukan untuk kelompoknya sendiri,” ungkap Prabowo dalam beberapa kesempatan sebelumnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novi Embun Tristiani

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X