Selain menuntut keadilan, HIMASOS juga mengajak seluruh mahasiswa untuk fokus memberikan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Kami menegaskan dukungan penuh terhadap upaya penyelesaian dan klarifikasi atas segala ketidakjelasan informasi terkait kepergian saudara kami Timothy,” tambahnya. Kepergian Timothy meninggalkan luka mendalam, terutama bagi rekan-rekan seangkatannya.
Dalam sebuah video yang diunggah ulang oleh akun Instagram @lambegosiip, tampak para sahabat mengenang sosok Timothy yang dikenal rajin, sopan, dan murah senyum.
“Ini waktu Timmy dapat apresiasi di kelas, kita semua kangen kamu Timmy,” ucap salah satu rekannya dalam video tersebut.
Kini, tragedi kematian Timothy tidak hanya menjadi sorotan kampus, tapi juga peringatan bagi dunia pendidikan agar lebih serius menangani kasus perundungan.
Publik berharap, sanksi bagi para pelaku dapat menjadi pelajaran penting agar tidak ada lagi korban yang kehilangan nyawa akibat kekerasan sosial di lingkungan akademik.
(HCY)
Artikel Terkait
6 Negara Dengan Kasus Bullying Tertinggi di Dunia
Cegah Bullying! Mahasiswa Universitas Negeri Malang Gelar Sosialisasi Aksi Anti Bullying
Gencarkan Sosialisasi Anti Bullying, Polres Malang Dukung Lingkungan Sekolah Aman dan Nyaman
Edukasi Pencegahan Bullying di SMAN 4 Malang oleh KOMNAS Perlindungan Anak Kota Malang
Polres Kediri Kota Bagikan Susu dan Edukasi Cegah Bullying di SD Negeri 1 Semen