nasional

Merger Grab-GoTo: Wamenaker dan Rhenald Kasali Soroti Potensi Kerugian Kepentingan Nasional

Kamis, 15 Mei 2025 | 20:00 WIB
Pengusaha sekaligus pengamat ekonomi, Rhenald Kasali. (Instagram.com/@rhenald.kasali)

WartaJatim.CO.ID - Kabar mengenai kemungkinan penggabungan (merger) antara dua raksasa teknologi Asia Tenggara, Grab dan GoTo, memicu kekhawatiran di kalangan pejabat pemerintah dan ekonom Indonesia.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Immanuel Ebenezer (Noel), dan ekonom senior Rhenald Kasali menyuarakan keprihatinan mereka terhadap potensi dampak negatif dari merger tersebut terhadap kepentingan nasional.

Mereka menyoroti isu aliran dana ke luar negeri, keamanan data ratusan juta penduduk Indonesia, serta nasib jutaan tenaga kerja yang terlibat dalam ekosistem digital kedua perusahaan.

Baca Juga: CEO Smartfren Andrijanto Muljono Jamin Tidak Ada PHK Pasca Merger dengan XL, Ini Kebijakan Karyawan yang Diterapkan

"Kalau Gojek menyerah ke Grab, itu bukan Indonesia lagi, tapi Singapura. Nanti uangnya dibawa ke luar, ke sana, tanpa regulasi kita," terang Noel dalam pernyataan resminya pada Rabu (14/5/2025).

Grab yang bermarkas di Singapura dan GoTo yang merupakan perusahaan hasil penggabungan Gojek dan Tokopedia asal Indonesia, selama ini dikenal sebagai pesaing utama di pasar layanan transportasi dan pengiriman di kawasan Asia Tenggara.

Rumor merger keduanya telah memicu perdebatan di berbagai kalangan mengenai implikasi terhadap industri teknologi nasional, persaingan usaha, hingga kedaulatan digital Indonesia.

Baca Juga: Pengertian Merger dan Contohnya, sebenarnya apasih manfaatnya?

Senada dengan Wamenaker, pengusaha sekaligus pengamat ekonomi Rhenald Kasali turut menyoroti pentingnya peran GoTo dalam perekonomian dan kehidupan masyarakat Indonesia.

Dalam tayangan YouTube-nya pada Kamis (15/5/2025), Rhenald menekankan bahwa GoTo telah menjadi bagian vital dari infrastruktur digital yang melayani hampir seluruh populasi Indonesia.

"Jangan lupa, GoTo ini menyangkut kepentingan banyak orang di Indonesia, karena marketnya lebih dari 200 juta orang, bahkan ada yang menyebut 270 juta, berarti kan hampir seluruh rakyat Indonesia ini," kata Rhenald.

Baca Juga: Indonesia Halal Center Lamongan Bersinergi dengan Bupati Yuhronur Efendi Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal

"Sehingga kemudian, membangun digital ekosistem yang sangat luas, yang menyangkut sekitar 3,1 juta driver ojol terdaftar bersama dengan 20,1 juta pelaku usaha UMKM," sambungnya.

Lebih lanjut, Rhenald menjelaskan bahwa rencana merger tersebut akan berdampak luas pada berbagai aspek strategis yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah.

Halaman:

Tags

Terkini