nasional

Program MBG Rp99 Triliun Disorot, Menkeu Purbaya Pastikan Evaluasi Akhir Oktober Usai Isu Dapur Fiktif

Senin, 29 September 2025 | 15:10 WIB
Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara terkait serapan anggaran program MBG. (Instagram.com/@kemensetneg.ri)

WartaJatim.CO.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuri perhatian publik, anggaran yang disiapkan untuk 2025 mencapai Rp99 triliun, terdiri atas Rp71 triliun dana utama dan Rp28 triliun tambahan.

Namun, di balik angka fantastis ini, muncul isu dapur fiktif yang menyeret kredibilitas pelaksanaan program. Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan pemerintah tidak tinggal diam. Ia menegaskan, pengawasan akan diperketat dengan melibatkan aparat Kemenkeu di daerah.

“Saya akan monitor di lapangan seperti apa. Nanti akhir Oktober saya akan ke sini lagi,” ucap Purbaya saat kunjungan ke Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Jumat, 26 September 2025.

 Baca Juga: Kasus Keracunan MBG Tembus 5.914 Korban, Prabowo Panggil Kepala BGN: “Ini Masalah Besar, Harus Segera Selesai”

Evaluasi yang dijadwalkan akhir Oktober mendatang akan menjadi titik penentu apakah anggaran MBG akan ditambah, dipertahankan, atau justru dipangkas. “Kalau betul bisa nyerap, ya kita kasih tambah, kalau nggak, ya kita potong,” tegasnya.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menambahkan bahwa rencana tambahan Rp50 triliun dibatalkan karena kemampuan serapan dianggap tidak memungkinkan.

“Tadi kami hitung-hitung lagi, yang Rp50 triliun tidak akan bisa kita serap. Kemungkinan besar tambahan Rp28 triliun,” katanya. 

Meski begitu, serapan hingga September 2025 tercatat Rp19,3 triliun, melampaui target Rp19 triliun. Capaian ini menunjukkan kinerja program berjalan lebih baik dari perkiraan. “Target kita di akhir September Rp19 triliun, dan sudah tercapai Rp19,3 triliun,” jelas Dadan.

Baca Juga: Keracunan MBG Tembus 5.914 Korban: Prabowo Panggil Kepala BGN dan Perintahkan CCTV, Rapid Test, serta Tutup Dapur Tak Layak

Tak hanya itu, Purbaya menilai realisasi anggaran MBG juga memberi dampak positif terhadap ekonomi. “Multiplier effect-nya ke perekonomian memang cukup signifikan,” ungkapnya.

Namun, bayang-bayang isu dapur fiktif tetap menghantui. BGN mengakui telah melakukan pembersihan data melalui mekanisme rollback.

“Begitu kita tutup portal Mitra, ada 6.018 yang kena rollback. Dari jumlah itu, 2.123 berhasil dipulihkan,” papar Dadan. Meski begitu, target nasional tetap dikejar, yakni 25.421 dapur hingga akhir tahun.

Untuk tahun depan, pemerintah bahkan lebih optimistis. Alokasi Rp335 triliun disiapkan dengan target serapan Rp1,2 triliun per hari serta manfaat bagi 82,9 juta penerima.

Baca Juga: Ratusan Siswa Keracunan Massal MBG di 6 Daerah, Publik Desak Evaluasi Program Makanan Gratis

Halaman:

Tags

Terkini