WartaJatim.CO.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan tajam usai muncul rentetan kasus keracunan massal di berbagai daerah.
Jumlah korban bervariasi, mulai dari ratusan hingga lebih dari seribu orang dalam sekali kejadian. Di Kabupaten Bandung Barat, kasus ini bahkan ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menegaskan pemerintah daerah (pemda) memiliki peran utama dalam penanganan awal insiden.
“Yang merawat mereka pasti, kalau terjadi insiden yang pertama kali adalah dari otoritas daerah setempat seperti pemda,” kata Tito, Kamis, 25 September 2025. Menurutnya, pemda memiliki akses langsung terhadap layanan medis.
“Pemda punya rumah sakit, punya ambulans, kemudian punya tenaga kesehatan, sistem emergency. Jadi, respons awal harus dilakukan otoritas daerah,” imbuhnya.
Ia menyebut Badan Gizi Nasional (BGN) sudah memiliki satgas daerah untuk membantu pemda, terutama di 62 daerah 3T. Sementara itu, Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengakui penyebab keracunan mayoritas karena pelanggaran prosedur.
“Kejadian belakangan ini, 80 persen karena SOP kita yang tidak dipatuhi baik oleh mitra maupun tim kami sendiri dari dalam, yaitu SPPG,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, 26 September 2025. Nanik menambahkan, BGN juga bertanggung jawab penuh atas insiden ini.
“Kesalahan terbesar ada pada kami, berarti kami masih jurang pengawasannya. Jadi, ya sudah lah pokoknya kami mengaku salah atas apa yang terjadi soal insiden keamanan pangan ini,” ungkapnya. Ia menegaskan BGN siap menanggung seluruh biaya perawatan korban.
Permohonan maaf juga disampaikan langsung oleh Nanik. “Dari hati saya terdalam, saya mohon maaf atas nama BGN, atas nama seluruh SPPG di Indonesia,” katanya.
Ia menegaskan misi utama MBG adalah memastikan anak-anak terpenuhi gizinya agar tumbuh menjadi generasi emas. Di sisi lain, investigasi BGN menemukan tak semua kasus disebabkan keracunan, melainkan ada pula yang dipicu alergi makanan.
“Alergi dan keracunan ini tumpang tindih. Tidak semua hal itu dugaan keracunan, ada hal karena alergi, misalnya udang bahkan mayonaise,” jelas Nanik.