nasional

DPR Desak Kemenperin Awasi Udang Beku di Pasar Lokal Usai Temuan Paparan Radioaktif Cs-137

Rabu, 12 November 2025 | 15:21 WIB
Foto ilustrasi - DPR desak Kemenperin soal keamanan udang beku di pasar lokal. (Unsplash/Etienne Girardet)

WartaJatim.CO.ID — Komisi VII DPR RI meminta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk memperketat pengawasan terhadap peredaran udang beku di pasar dalam negeri.

Desakan itu muncul setelah adanya laporan temuan paparan radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada produk udang ekspor asal Indonesia ke Amerika Serikat.

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar Senin (10/11/2025), Wakil Ketua Komisi VII DPR, Evita Nursanty, mempertanyakan kemungkinan udang beku yang berasal dari produksi serupa juga beredar dan dikonsumsi masyarakat Indonesia.

“Ini didistribusikan di dalam negeri, nggak, Pak? Ini kan kita bicara udang yang diekspor. Kalau tempat produksinya sama, jangan-jangan kita juga sudah makan,” kata Evita saat rapat di Kompleks Parlemen.

Baca Juga: Ekspor Udang Indonesia ke AS Kembali Dibuka dengan Sertifikasi Bebas Cs-137

Evita mengingatkan Kemenperin agar tidak hanya fokus pada keamanan produk ekspor, melainkan juga melindungi konsumen dalam negeri. Ia menegaskan, jika terbukti ada distribusi domestik udang beku yang terpapar Cs-137, maka produk tersebut harus segera ditarik dari pasaran.

“Ini hati-hati, loh. Kita harus melakukan perlindungan terhadap rakyat kita. Kalau memang ada distribusi domestik, itu juga harus ditarik dari pasaran,” tegasnya.

Latar Kasus: Kontaminasi Udang Beku Ekspor

Kasus ini bermula dari laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) yang menemukan paparan zat radioaktif Cs-137 pada udang beku produksi PT Bahari Makmur Sejati (BMS Food) yang diekspor ke AS dan dijual di ritel Walmart.

FDA meminta warga AS yang telah membeli produk tersebut untuk membuangnya dan tidak dikonsumsi. Laporan serupa diterima dari Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP) di empat pelabuhan besar, yakni Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami.

Baca Juga: Ratusan Pelaku Industri Udang Bahas Solusi Ekspor ke Amerika Serikat dalam Forum Shrimp Fair Banyuwangi 2025

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut bahwa Indonesia merupakan korban dalam kasus ini. Ia mengungkapkan, 14 kontainer udang dari Filipina yang masuk ke Indonesia juga terdeteksi mengandung Cs-137 dan kini sedang dikirim balik ke negara asalnya.

“Kita ini Indonesia sebetulnya menjadi korban. Ada 14 kontainer dari Filipina yang terdeteksi paparan Cs-137 di Pelabuhan Priok yang segera kita re-ekspor,” ujar Zulhas pada 12 September 2025 lalu.

Penyidikan Kasus dan Temuan Dugaan Pelanggaran Limbah

Halaman:

Tags

Terkini