• Sabtu, 18 April 2026

Bambang Pamungkas Minta Publik Introspeksi, Bukan Marah-Marah soal Gagalnya Garuda ke Piala Dunia 2026

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 15:13 WIB
Mengintip sorotan publik tentang kegagalan Timnas Indonesia menembus Piala Dunia 2026. (Instagram.com/@timnasindonesia)   (Instagram.com/@timnasindonesia)
Mengintip sorotan publik tentang kegagalan Timnas Indonesia menembus Piala Dunia 2026. (Instagram.com/@timnasindonesia) (Instagram.com/@timnasindonesia)

wartajatim.co.id - Kegagalan Timnas Indonesia melangkah ke Piala Dunia 2026 menimbulkan gelombang kritik di media sosial.

Namun, legenda sepak bola nasional Bambang Pamungkas justru meminta publik untuk berhenti menyalahkan dan mulai melakukan refleksi menyeluruh terhadap kondisi sepak bola Indonesia.

Dalam keterangannya kepada awak media di Plaza Timur Senayan, Jakarta, Minggu (19 Oktober 2025), Bepe menegaskan bahwa kegagalan Garuda adalah cerminan dari sistem yang belum matang.

“Kita harus tanya kepada diri sendiri, apakah sudah membangun environment yang layak untuk sebuah tim lolos ke Piala Dunia?” ujarnya dengan nada serius.

Baca Juga: Arah Baru Timnas Indonesia Usai Kluivert Dipecat: Fokus 100 Besar Dunia dan Piala Dunia 2030

Menurut mantan striker Persija Jakarta itu, banyak hal mendasar yang perlu dibenahi — mulai dari pembinaan usia muda, infrastruktur, hingga mentalitas para pemain dan suporter.

Kritik Emosional Dinilai Tak Membangun Bepe menilai, kritik dari warganet terhadap pelatih dan pemain sering kali tidak berdasarkan fakta atau data. Ia mengingatkan agar publik lebih objektif dalam menilai performa tim nasional.

“Rasanya, kita belum terlalu siap dalam konteks membangun semuanya untuk bisa tim kita stabil di level perebutan Piala Dunia,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa dukungan kepada tim nasional seharusnya diberikan bukan hanya saat mereka menang, tetapi terutama ketika mereka terpuruk.

Baca Juga: Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert Lawan Kata 'Mustahil' di Round 4: Protes Wasit Tak Digubris, Skema Bola Mati Jadi Jalan Terakhir

“Ini waktu paling krusial untuk mendukung tim nasional, bukan saat mereka di atas saja, tapi justru ketika mereka jatuh,” imbuhnya.

Jepang Jadi Contoh Sikap Profesional Bepe menyoroti bagaimana Timnas Jepang, yang menang telak 6-0 atas Indonesia pada 10 Juni 2025, tetap menunjukkan sikap rendah hati dan melakukan evaluasi menyeluruh.

Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, bahkan menilai kemenangan tersebut belum mencerminkan performa terbaik timnya.

“Masih banyak yang perlu kami pelajari dan tingkatkan, baik pemain maupun tim secara keseluruhan,” ucapnya dikutip dari Kyodo News.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X