• Sabtu, 18 April 2026

Bambang Pamungkas Minta Publik Introspeksi, Bukan Marah-Marah soal Gagalnya Garuda ke Piala Dunia 2026

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 15:13 WIB
Mengintip sorotan publik tentang kegagalan Timnas Indonesia menembus Piala Dunia 2026. (Instagram.com/@timnasindonesia)   (Instagram.com/@timnasindonesia)
Mengintip sorotan publik tentang kegagalan Timnas Indonesia menembus Piala Dunia 2026. (Instagram.com/@timnasindonesia) (Instagram.com/@timnasindonesia)

Baca Juga: Shin Tae-yong Dipecat Ulsan HD Setelah Timnas Indonesia Kalah dari Arab Saudi

Jepang bahkan memberikan kesempatan kepada Takefusa Kubo untuk mengenakan ban kapten, sebagai bagian dari proses penguatan karakter tim.

Patrick Kluivert Akui Perbedaan Kualitas Sementara itu, mantan pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert mengakui kekalahan dari Jepang menjadi pembelajaran berharga bagi skuad Garuda.

“Beberapa menit awal kami bermain baik, tetapi Jepang banyak kualitas, mereka ini level World Cup tentu saja,” tutur Kluivert usai laga di Stadion Suita, Osaka.

Meski kecewa dengan hasil akhir, Kluivert menilai pertandingan tersebut membuka mata semua pihak bahwa Indonesia masih harus banyak berbenah.

Baca Juga: Pelatih Baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, Temukan Bintang Baru: Siapa Marselino Ferdinan?

“Kami harus bisa mengambil pelajaran dari situasi ini. Mereka mewujudkan kemenangannya, dan kami juga harus bisa belajar,” tambahnya.

Belajar dari Jepang, Hentikan Saling Menyalahkan Bepe mengingatkan, kemajuan sepak bola tidak ditentukan oleh seberapa keras publik mengkritik, melainkan sejauh mana semua pihak mau belajar dan memperbaiki diri.

Ia menegaskan, sikap introspektif lebih bermanfaat ketimbang mengumbar amarah di dunia maya.

“Kita harus berhati-hati untuk menyampaikan sesuatu, karena bisa memperkeruh suasana,” tandasnya.

Baca Juga: Absennya Emil Audero Jadi Tantangan Baru Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Pesan Bepe menjadi pengingat penting bagi masyarakat sepak bola Indonesia: jika Jepang yang menang besar saja masih melakukan introspeksi, maka Indonesia pun seharusnya melakukan hal yang sama.

(FN)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X