• Sabtu, 18 April 2026

Gubernur Khofifah Ajak Ibu Hamil Manfaatkan Aplikasi e-Detik dan BUAIAN untuk Kesehatan Optimal di Hari Kesehatan Sedunia 2025

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Rabu, 9 April 2025 | 08:39 WIB
Peninjauan Fsilitas Rumah Sakit oleh Khofifah Indar Parawangsa (Foto : kominfo.jatimprov.go.id
Peninjauan Fsilitas Rumah Sakit oleh Khofifah Indar Parawangsa (Foto : kominfo.jatimprov.go.id



WartaJatim.CO.ID -
Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia yang jatuh pada tanggal 7 April, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak masyarakat, khususnya ibu hamil (bumil), untuk memanfaatkan aplikasi inovatif dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim.

Aplikasi tersebut adalah elektronik Deteksi Risiko Tinggi Ibu Hamil (e-Detik) dan Bunda Anak Impian (BUAIAN).

Ajakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan ibu selama masa kehamilan.

Baca Juga: Pemkot Kediri Luncurkan Program Balik Gratis 2025: Fasilitasi Perantau Menuju Jakarta dan Surabaya dengan Dua Bus Baru

Dikutip WartaJatim dari laman Kementerian Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Gubernur Khofifah menekankan bahwa penggunaan kedua aplikasi ini dapat membantu mendeteksi risiko tinggi pada ibu hamil secara mandiri.

“Dengan aplikasi e-Detik dan BUAIAN, keduanya dapat mendeteksi ibu hamil dengan risiko tinggi dan dapat digunakan secara mandiri oleh ibu hamil. Sebab berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) bahwa hampir 300.000 ibu kehilangan nyawanya akibat kehamilan atau persalinan setiap tahunnya,” kata Gubernur Khofifah di Surabaya.

Gubernur menjelaskan lebih lanjut mengenai fungsi dari aplikasi e-Detik sebagai salah satu inovasi terbaru Dinkes Jatim dalam upaya menekan angka kematian ibu di wilayah tersebut.

Baca Juga: Panen Raya Padi di Sumenep: Sinergi TNI dan Pemkab dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional Melalui Kegiatan Serentak

Aplikasi ini memiliki kemampuan untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan serta keluhan yang dirasakan oleh para bumil.

Ibu hamil bisa mengisi informasi terkait kondisi mereka secara mandiri melalui aplikasi ini.

Pendamping seperti kader atau tenaga kesehatan juga bisa memantau kondisi tersebut sehingga jika ada tanda bahaya, tindakan cepat dapat dilakukan.

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani Klaim Coretax Membaik: Pemeriksaan Pajak Diperpendek, Restitusi Jauh Lebih Cepat

“Sampai saat ini 1.026 ibu hamil telah memanfaatkan aplikasi e-Detik, 20% terdeteksi berisiko tinggi dengan keluhan terbanyak ibu saat hamil adalah batuk, nyeri dada dan cemas,” jelasnya.

Sementara itu, BUAIAN merupakan inisiatif lain yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna menekan angka kematian pada wanita yang sedang mengandung.

Kelebihan dari BUAIAN adalah kemampuannya dalam melakukan skrining awal terhadap kondisi kesehatan baik bagi calon ibuham maupun Pasangan Usia Subur (PUS).

Baca Juga: Soroti Rupiah yang Tembus Rp17.000-an, Luhut Klaim Masih di Batas Normal dan Sebut Indonesia Masih Diminati Investor Tiongkok

Jika terdeteksi berisiko tinggi melalui aplikasi ini, pengguna disarankan segera berkonsultasi dengan fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Sampai saat ini masyarakat yang sudah mengakses aplikasi BUAIAN sebanyak 6.713 orang dan terdeteksi 26,5% berisiko tinggi salah satu faktor risiko tertinggi karena kondisi berat badan yang kurang ideal,” katanya lagi.

Gubernur Khofifah juga menyerukan kepada semua pihak agar bersama-sama melakukan kampanye demi menghentikan mata rantai kematian maternal di Indonesia.

Baca Juga: Bupati Pasuruan Ajak Petani Bersatu dalam Panen Raya Padi untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Swasembada Beras

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Baharudin Gia

Sumber: kominfo jatimprov go id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X