WartaJatim.CO.ID - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, angkat bicara mengenai penyegelan perusahaan suku cadang, CV Sentosa Seal, yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur.
Aksi penyegelan tersebut dilakukan pada Selasa, 22 April 2025, sebagai buntut dari dugaan penahanan ijazah milik sejumlah karyawan.
Dalam pernyataannya, Eri mengungkap bahwa perusahaan tersebut tidak memiliki Tanda Daftar Gudang (TDG), yang merupakan salah satu syarat legalitas operasional gudang.
Baca Juga: Wali Kota Eri Paparkan Strategi Pengembangan Transportasi Publik Terintegrasi Surabaya Raya
Ketiadaan TDG ini menjadi salah satu alasan kuat dilakukannya penyegelan.
“Perusahaan tersebut tidak memiliki TDG, sehingga kami lakukan penyegelan. Tidak mungkin bisa dibuka diam-diam karena sudah di-line Satpol PP dan dirantai,” ujar Eri saat memberikan keterangan kepada media di lokasi penyegelan gudang Sentosa Seal.
Eri juga menegaskan bahwa proses pengawasan pasca-penyegelan bukan lagi kewenangan Pemkot Surabaya, melainkan menjadi tanggung jawab Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur.
"Itu kewenangannya provinsi, Disnaker Provinsi," jelasnya.
Dalam proses penyelidikan yang dilakukan pemerintah kota, Eri mengungkap fakta mengejutkan: terdapat 15 ijazah karyawan yang berasal dari Surabaya diduga ditahan oleh pihak perusahaan.
Ia menilai bahwa kasus ini tidak hanya menyangkut persoalan hukum, tetapi juga menyangkut nama baik warga Surabaya.
"Karena ini menyangkut arek Suroboyo, menyangkut nama baik Surabaya, maka saya akan melakukan penutupan TDG setelah berkoordinasi dengan kementerian," tegasnya.
Eri pun menambahkan bahwa pihaknya akan menjalin komunikasi intensif dengan aparat kepolisian demi menuntaskan kasus tersebut dan mengembalikan ijazah para karyawan.
Artikel Terkait
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Ajak Warga Aktif Awasi Peredaran Miras Selama Ramadan untuk Keamanan Kota
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Tegaskan Komitmen untuk Pelayanan Publik yang Transparan dan Cepat di Dispendukcapil
Wali Kota Eri Cahyadi Siapkan "Kabinet Surabaya Berkah" dengan Kepala PD yang Memiliki Target Jelas dan Terukur untuk Mewujudkan Birokrasi yang Efekti