• Sabtu, 18 April 2026

Wali Kota Eri Paparkan Strategi Pengembangan Transportasi Publik Terintegrasi Surabaya Raya

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Selasa, 22 April 2025 | 10:51 WIB
Pemaparan Strategi Pengembangan Transportasi Publik Surabaya (Foto : kominfo.jatimprov.go.id)
Pemaparan Strategi Pengembangan Transportasi Publik Surabaya (Foto : kominfo.jatimprov.go.id)



WartaJatim.CO.ID -
Pemerintah Kota Surabaya menegaskan dukungannya terhadap proyek strategis nasional yaitu Surabaya Regional Railway Line (SRRL).

Proyek ini bertujuan memodernisasi layanan Kereta Rel Listrik (KRL) di jalur yang menghubungkan tiga wilayah penting: Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

Dikutip WartaJatim dari laman Kementerian Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa pengembangan transportasi publik terintegrasi menjadi prioritas utama dalam pembangunan kawasan Surabaya Raya.

Baca Juga: Imbas Kasus Pelecehan oleh Dokter, Menkes Budi Gunadi Terapkan Tes Psikologi dalam Rekrutmen PPDS.

Ia menekankan bahwa kota ini tidak bisa membangun sistem transportasi publik secara mandiri tanpa melibatkan daerah sekitar agar efisiensi biaya dapat tercapai.

"Surabaya tidak bisa sendirian, kalau transportasi publik hanya berputar dalam Surabaya menggunakan LRT di Surabaya saja biayanya akan mahal, karena subsidinya tinggi," ujar Wali Kota Eri pada Sabtu (19/4/2025).

Eri menyambut baik rencana pengoperasian SRRL yang diperkirakan mulai berjalan pada tahun 2027 mendatang.

Baca Juga: Setelah Keluhan Petani Viral, Menteri Amran Ungkap Celah Permainan Mafia dalam Penyaluran Gabah ke BULOG

Proyek tersebut akan memanfaatkan jalur ganda kereta api atau double track yang menghubungkan wilayah Sidoarjo hingga Gresik melalui pusat kota Surabaya.

"Alhamdulillah di tahun 2027 akan beroperasi SSRL. Itu adalah dobel track mulai dari Sidoarjo - Surabaya - Gresik ini kita manfaatkan," katanya.

Mengenai pengembangan moda transportasi lain seperti Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) di dalam kota sendiri, Pemkot masih melakukan kajian mendalam terkait biaya operasionalnya.

Baca Juga: Desta Ungkap Memori Terakhir dengan Ricky Siahaan, Gitaris Seringai yang Berpulang di Negeri Sakura

Wali Kota Eri menjelaskan bahwa jika MRT atau LRT hanya beroperasi terbatas di wilayah kota saja maka tarifnya akan sangat tinggi sehingga kurang terjangkau bagi masyarakat luas.

"Kalau di dalam kota, kami masih berpikir. Sudah ada rencana proyek MRT atau LRT, tapi ketika dihitung biayanya untuk naik tinggi sekali. Masyarakat tidak mungkin naik karena biayanya tinggi," jelasnya lebih lanjut.

Ia juga membandingkan kondisi dengan Jakarta sebagai provinsi sekaligus ibu kota negara yang memiliki cakupan sistem transportasinya jauh lebih luas dibandingkan sebuah kota seperti Surabaya.

Baca Juga: Mahfud MD: Ijazah Jokowi Dipersoalkan, Tapi Kebijakan Negara Tak Bisa Dibatalkan Begitu Saja

"Orang selalu bilang Jakarta saja bisa, tapi Jakarta bukan kota melainkan provinsi. Sehingga keretanya menghubungkan Jakarta Timur, Utara, Selatan dan Barat," paparnya memberikan gambaran perbedaan administratif tersebut.

Menurut Wali Kota Eri pembangunan MRT atau LRT idealnya harus mempertimbangkan konektivitas antarwilayah termasuk daerah penyangga seperti Sidoarjo dan Gresik agar manfaatnya maksimal dirasakan masyarakat luas.

"Kalau Surabaya membangun MRT atau LRT itu bukan hanya wilayah Surabay tetapi menghubungkan ke Sidoarjo - Gresik juga makanya kita memilih SSRL," tegasnya kembali menegaskan pilihan strategis pemerintahannya saat ini.

Baca Juga: Ariel NOAH dan Wulan Guritno Trending di X, Netizen: “Cocok Lah Sama Bang Ariel!”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: kominfo.jatimprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X