• Sabtu, 18 April 2026

Pemkot Surabaya dan TPID Gelar Tanam Serentak Cabai serta Bawang Merah untuk Kendalikan Inflasi Jelang Natal dan Tahun Baru

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Kamis, 21 Agustus 2025 | 13:05 WIB
Harga Cabai Rawit Merah dan Tomat Sayur di Surabaya Turun, Pasokan dari Jatim Lancar (Foto: surabaya.go.id)
Harga Cabai Rawit Merah dan Tomat Sayur di Surabaya Turun, Pasokan dari Jatim Lancar (Foto: surabaya.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mengambil langkah cepat menghadapi ancaman lonjakan harga bahan pangan saat perayaan Natal dan Tahun Baru.

Melalui gerakan menanam cabai dan bawang merah secara serentak, Pemkot menggerakkan masyarakat, kelompok tani, hingga pelaku urban farming untuk memastikan ketersediaan pasokan sekaligus menjaga stabilitas harga.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Surabaya, Kegiatan tanam serentak cabai dan bawang merah tersebut digelar di lahan Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) Jambangan, Jalan Jambangan Kebon Agung No. 46, Surabaya, pada Rabu (20/8/2025). Agenda ini merupakan tindak lanjut dari kompetisi Urban Farming yang sebelumnya telah dilaksanakan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya dan Bea Cukai Musnahkan 11,1 Juta Rokok Ilegal Senilai Rp16,6 Miliar untuk Tekan Kerugian Negara

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Antiek Sugiharti, menegaskan bahwa program ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi strategi nyata menjaga pasokan dan menekan inflasi pangan di Surabaya.

"Pagi ini tadi, tim TPID membuat kegiatan tindak lanjut. Jadi, Urban Farming Competition itu adalah gerakan menanam cabai dan bawang merah," kata Antiek.

Pada tahap awal, sebanyak 1.100 bibit cabai ditanam bersama-sama di lahan aset Pemkot Surabaya.

Baca Juga: Pemerintah Kabupaten Malang dan Kemenko PM Siapkan Migran Center untuk Perlindungan serta Pemberdayaan Pekerja Migran

Kegiatan ini melibatkan warga berpenghasilan rendah (MBR) serta anggota TPID. Selain itu, Pemkot juga membagikan sekitar 25.000 bibit cabai kepada masyarakat melalui kecamatan, kelurahan, RW, dan RT untuk ditanam di pekarangan rumah maupun lahan kosong.

"Kita membagikan kepada seluruh masyarakat melalui kecamatan, kelurahan, RW, dan RT sebanyak 25.000 bibit. Bibit-bibit tersebut diharapkan dapat ditanam di pekarangan rumah, lahan kosong, atau di lingkungan sekitar, sehingga setiap keluarga bisa secara mandiri memenuhi kebutuhan cabai skala kecil,” jelasnya.

Tidak hanya menyasar warga, Pemkot Surabaya juga menyalurkan 6.000 bibit cabai kepada kelompok tani, baik konvensional maupun urban farming.

Baca Juga: Momentum Hari Keluarga Nasional ke-32 di Malang, Donny Sandito Tekankan Peran Keluarga sebagai Benteng Utama Cegah Kekerasan

Kelompok tani konvensional diarahkan untuk menanam di lahan sawah yang luas, sementara kelompok urban farming memanfaatkan lahan terbatas di sekitar permukiman.

“Kelompok tani, baik konvensional maupun urban farming juga sudah mulai melakukan pembibitan dan penanaman secara mandiri sejak beberapa hari sebelumnya. Dengan demikian, kami berharap, tiga bulan ke depan, pada Desember sudah bisa dilakukan panen,” terangnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Surabaya.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X