• Sabtu, 18 April 2026

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Paparkan Perkembangan Proyek Surabaya Regional Railway Line dan Sinergi Aglomerasi Transportasi Raya

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Kamis, 18 September 2025 | 15:10 WIB
Sinergi Transportasi Surabaya Raya, Proyek SRRL Siap Hubungkan Surabaya–Sidoarjo–Gresik (Foto: surabaya.go.id)
Sinergi Transportasi Surabaya Raya, Proyek SRRL Siap Hubungkan Surabaya–Sidoarjo–Gresik (Foto: surabaya.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memaparkan perkembangan terbaru proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) yang digadang menjadi solusi transportasi massal kawasan aglomerasi Surabaya Raya.

Proyek strategis nasional ini telah berjalan di bawah koordinasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan mendapat dukungan rencana kerja sama dengan Kedutaan Besar Inggris.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan keterangan tersebut usai menghadiri acara Penyerahan Piagam Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) di Graha Sawunggaling Surabaya, pada Rabu (17/9/2025).

Baca Juga: Vanenburg Tantang Pemain Naturalisasi Garuda Muda U-23 Buktikan Kualitas di Kualifikasi Piala Asia 2026

Ia menjelaskan bahwa pengerjaan proyek SRRL sudah dimulai melalui pengawasan langsung Kemenhub.

Dalam waktu dekat, perwakilan Kedutaan Besar Inggris dijadwalkan melakukan kunjungan guna membicarakan sinergi pelaksanaan proyek bersama pemerintah provinsi.

“Proyek SRRL dari kementerian sudah berjalan. Jadi nanti insyaallah juga ada Dubes dari Inggris yang akan bertemu dengan provinsi untuk menjalankan SRRL, menggabungkan antara Surabaya-Sidoarjo dan Surabaya-Gresik,” ujar Wali Kota Eri.

Baca Juga: Komnas HAM Kumpulkan Rekaman CCTV untuk Usut Kasus Kematian Affan Kurniawan

Menurut Eri, pengembangan sistem transportasi di Surabaya tidak bisa disamakan dengan Jakarta.

Jika Jakarta mampu menerapkan kebijakan ganjil genap karena berstatus provinsi, kondisi Surabaya berbeda karena dikelilingi daerah penyangga yang setiap hari mengirimkan arus kendaraan ke pusat kota.

“Karena apa? Transportasi umum ini selalu saya katakan tidak bisa saya batasi kayak Jakarta. Jakarta itu provinsi. Bisa memberikan batas terkait dengan ganjil genap. Kami (Surabaya) tidak bisa,” jelasnya.

Baca Juga: Outfit Batik Biru-Cokelat Jadi Ciri Khas Menkeu Purbaya, dari Kritik Rocky Gerung hingga Rapat Perdana di DPR

Eri menekankan bahwa dominasi kendaraan dari luar Surabaya, khususnya Sidoarjo dan Gresik, membuat penerapan pembatasan lalu lintas tidak memungkinkan.

Oleh karena itu, sistem transportasi massal yang dikembangkan harus melibatkan kawasan aglomerasi, bukan hanya difokuskan di dalam kota.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Surabaya.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X