“Karena enggak (tidak) mungkin aku membatasi kendaraan yang dari Sidoarjo dan Gresik. Kalau yang namanya transportasi umum itu hanya di lingkup Surabaya, padahal yang banyak masuk itu adalah luar Surabaya, maka kita harus bisa menjadikan transportasi umum yang melibatkan aglomerasi,” tuturnya.
Meski mendukung penuh percepatan proyek SRRL, Eri juga mengingatkan pentingnya keberpihakan terhadap moda transportasi lokal yang telah berjalan di wilayah penyangga.
Ia berharap sistem baru ini tidak justru mengganggu layanan transportasi yang sudah ada.
“Alhamdulillah matur nuwun (terima kasih) nanti kita akan lakukan. Tapi yang terpenting tadi karena banyak masukan dari kita. Ketika ada aglomerasi, ada transportasi, jangan mematikan transportasi yang sudah ada di wilayah Sidoarjo, wilayah Surabaya, dan wilayah Gresik,” pungkasnya. (gha)
Artikel Terkait
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Tegaskan Pemecatan ASN dan Non-ASN yang Terbukti Lakukan Pungutan Liar
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Takziah ke Rumah Komandan PMK Gugur dan Pastikan Keluarga Almarhum Dapat Perhatian Khusus
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Instruksikan Evaluasi Layanan Publik di Kelurahan dan Camat Serta Tegaskan Larangan Pungli
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Terima 15 Laporan Pungli Adminduk, Tegaskan Sanksi Pemecatan ASN dan RT/RW yang Terbukti
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Resmi Berangkatkan 56 Kafilah MTQ XXXI ke Jember dengan Target Juara Umum