• Sabtu, 18 April 2026

Cak dan Ning Surabaya 2025 Dinobatkan di Tugu Pahlawan, Bukti Semangat Kolaborasi dan Cinta Budaya Generasi Muda Kota Pahlawan

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Selasa, 14 Oktober 2025 | 06:22 WIB
Cak dan Ning Surabaya 2025: Ajang Pemuda Kota Bersaing Menjadi Duta Pariwisata (Foto: surabaya.go.id)
Cak dan Ning Surabaya 2025: Ajang Pemuda Kota Bersaing Menjadi Duta Pariwisata (Foto: surabaya.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Panggung megah Tugu Pahlawan Surabaya menjadi saksi digelarnya malam puncak Grand Final Pemilihan Duta Wisata Cak dan Ning Surabaya Tahun 2025 pada Sabtu (11/10/2025).

Ajang bergengsi ini menjadi wadah bagi generasi muda Kota Pahlawan untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta kecintaan terhadap budaya dan pariwisata daerahnya.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Surabaya, Antusiasme peserta di tahun ini meningkat pesat dengan total 294 peserta yang mendaftar sejak awal seleksi.

Baca Juga: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Buka Diklat SDM Koperasi Kelurahan Merah Putih untuk Wujudkan Ekonomi Mandiri dan Berdaya Saing

Dari jumlah tersebut, terpilih 14 finalis terbaik yang bersaing untuk memperebutkan berbagai gelar kehormatan, mulai dari Cak dan Ning Surabaya, Wakil I hingga III, serta kategori tambahan seperti Berbakat, Persahabatan, dan Favorit.

Proses seleksi dilakukan secara ketat dan menyeluruh.

Setiap finalis dinilai berdasarkan kemampuan berkomunikasi, wawasan pariwisata, pengetahuan sejarah kota, hingga kepribadian dan penampilan diri.

Baca Juga: Surabaya Bersama Densus 88 Tingkatkan Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi Anak

Mereka juga menjalani masa karantina selama satu minggu untuk mendapatkan pembekalan intensif dari para pembimbing dan alumni Cak dan Ning terdahulu.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Hidayat Syah, menjelaskan bahwa gelar Cak dan Ning tidak hanya sekadar simbol, melainkan tanggung jawab moral untuk menjadi teladan bagi generasi muda lainnya.

“Proses pemilihan ini memastikan para peserta menjalani pembekalan intensif. Sejak awal, mereka dikarantina selama satu minggu penuh, dibimbing oleh para senior dan panitia. Tujuannya adalah menanamkan pengetahuan mendalam tentang Kota Surabaya, mulai dari bahasa, tata krama, cara bergaul yang benar, hingga sejarah dan cerita kota,” ujar Hidayat Syah.

Baca Juga: Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib Ajak Lansia di Wajak Jaga Semangat Hidup Sehat dan Bahagia Lewat Senam Bersama

Pemilihan tahun ini mengusung tema besar “The Soul of Collaboration”, yang merefleksikan semangat gotong royong dan kolaborasi antar elemen masyarakat di Surabaya.

Tema tersebut menggambarkan bagaimana Surabaya tumbuh menjadi kota maju melalui kebersamaan antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan kalangan muda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Surabaya.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X